Cerita legenda asal Indonesia yang menceritakan tentang pendekar sakti kembali naik daun. Salah satunya adalah Si Buta Dari Gua Hantu, sebuah legenda yang berangkat dari komik hingga siap naik ke layar lebar.

Si Buta Dari Gua Hantu merupakan tokoh fiksi komik karya Ganes Thiar Santosa. Komik ini pertama kali terbit pada tahun 1967 sebanyak 128 halaman. Hingga tahun 1989, cerita legenda Si Buta Dari Gua Hantu telah menghasilkan 21 judul komik dengan beragam cerita. Bahkan Ganes sempat menciptakan komik tentang Si Buta Dari Gua Hantu dan Jaka Sembung.

Komik karya Ganes ini sempat dicetak ulang pada tahun 2004 hingga 2012. Saat itu pencetakan ulang menghasilkan 8 judul Si Buta Dari Gua Hantu. Bahkan sosok legenda pendekar sakti ini sempat muncul dalam kemasan sebuah sinetron loh. Sinetron Si Buta Dari Gua Hantu ini tayang di salah satu stasiun televisi swasta tahun 1993. Saat itu aktor yang berperan sebagai Si Buta adalah Hadi Leo.

Si Buta Dari Gua Hantu bercerita tentang kisah Barda Mandrawata, seorang pendekar asal Banten. Barda ditugaskan untuk menegakan keadilan dan membasmi kebathilan. Ia dibekali dengan ilmu bela diri dan kemampuan indra pendengaran serta penciuman yang kuat.

Kemampuan Barda dalam ilmu bela diri tidak hanya dikenal di Pulau Jawa saja. Ia juga dikenal hingga ke pulau sebrang seperti Kalimantan, Bali, Sulawesi dan juga Flores. Barda belajar dan memperdalam ilmu bela diri di perguruan pencak silat Elang Putih. Selayaknya sebuah cerita pendekar, tak lengkap rasanya bila tidak ada musuh yang menjadi lawan paling mematikan.

Barda memiliki seorang musuh yang di kenal dengan Si Mata Malaikat, seorang pendekar misterius yang membunuh ayah dan juga saudara seperguruannya. Barda yang saat itu telah bertunangan dengan kekasihnya yang bernama Marni Dewianti pun memutuskan untuk memburu si pembunuh.

Hingga suatu ketika Barda menemukan sebuah gua yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya. Di tempat pengasingannya tersebut, Barda belajar banyak ilmu bela diri yang sebelumnya tidak pernah ia pelajari.

Suatu ketika Barda mendapati sebuah kenyataan pahit dalam hidupnya. Dirinya tak menyangka jika tunangannya, Marni Dewianti telah menikah dengan orang lain. Hal ini pun membuat Barda semakin terpuruk. Ia memutuskan untuk mengembara dengan tujuan menegakkan kebenaran dan membela orang-orang yang tertindas.

Selama perjalanannya membela orang-orang yang tertindas, Barda ditemani oleh seekor lutung bernama Wanara. Sejak saat itulah kisah Si Buta Dari Gua Hantu terkenal dengan keunikannya bersama seekor lutung.

Legenda ini pun nampaknya membuat Timo Tjahjanto tertarik untuk menggarap ceritanya untuk naik ke layar lebar. Nantinya, Timo akan mengemas film Si Buta Dari Gua Hantu sesuai dengan komik yang terbit pada tahun 1967. Timo akan fokus dengan asal usul Si Buta dan juga musuhnya, Mata Malaikat.

Meskipun demikian, cerita legenda Si Buta Dari Gua Hantu sudah pernah naik ke layar lebar pada tahun 1970. Saat itu Lilik Sudjio menyutradarai film Si Buta Dari Gua Hantu, dengan Ratno Timoer sebagai pemeran utama. Selain itu, pada rentan waktu 1972 hingga 1988, film Si Buta Dari Gua Hantu juga kerap kali tayang di layar lebar.

Bersama dengan Bumilangit Cinematic Universe (BCU), SI Buta Dari Gua Hantu akan menjadi bagian superhero asli Indonesia yang siap membuat kamu terpukau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here