Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari banyak pulau dan juga gunung-gunung yang menjulang tinggi. Salah satu gunung yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya yakni Galunggung sempat membuat heboh warga Negara Indonesia, hingga dunia. Tepatnya pada tahun 1982, Gunung Galunggung meletus dan menjadi bencana terbesar era orde baru.

Gunung Galunggung merupakan salah satu gunung yang berada di Tasikmalaya. Gunung ini memiliki ketinggian 2167 mdpl, yang kemudian memuntahkan isinya pada tahun 1982. Peristiwa ini pun berlangsung hingga sembilan bulan lamanya, tepatnya dimulai dari 5 April 1982 hingga 8 Januari 1983.

Letusan dari Gunung Galunggung pun membuat langit diselimuti oleh abu vulkanik. Abu vulkanik yang dimuntahkan dari Gunung Galunggung ini bukan hanya mendekap Tasikmalaya saja, abu vulkanik ini merambat hingga Bandung. Bogor, Sukabumi dan juga Jakarta.

Image: Intisari.grid.id

Kerugian atas letusan Gunung Galunggung ini pun membuat warga yang tinggal di Tasikmalaya harus mengungsi. Tebalnya abu membuat semua aktivitas terhenti. Bahkan sebagian dari mereka terpaksa harus pindah dan menjual rumah yang ditempati dengan harga murah. Warga yang berprofesi sebagai petani pun terancam gagal panen dan mengalami kerugian besar. Sedikitnya 20.000 warga mengungsi akibat letusan Gunung Galunggung.

Dahsyatnya letusan dan semburan abu vulkanik juga berdampak buruk bagi penerbangan. Pemerintah memberlakukan larangan melintas di wilayah Galunggung. Namun, larangan tersebut terlambat diketahui oleh dua maskapai penerbangan internasional. Singapore Airlines dan British Airways terpaksa melintasi wilayah Galunggung.

Lantaran hal demikian, pesawat Boeing 747 milik British Airways mendarat darurat di Bandara Halim Pedanakusumah karena mengalami kerusakan mesin. Pesawat ini sedikitnya mengangkut 225 penumpang dari London dan dalam perjalanan dari Kuala Lumpur untuk menuju Perth, Australia. Empat mesin dari British Airways mati di ketingian 9,450 meter sekitar 500 mil dari pantai selatan Garut.

Sementara itu pada 13 Juli 1982, pesawat Boeing 747 milik Singapore Airlines dengan nomor penerbangan 21A juga mengalami nasib serupa. Pesawat yang bertolak dari Singapura menuju Sidney dan Melbourne ini terpaksa mendarat darurat di Bandara Halim Perdanakusumah. Dua mesin pesawat Singapore Airlines terpaksa dimatikan lantaran abu vulkanik Gunung Galunggung.

Pada bulan September 1982, sekitar 8.217 korban Gunung Galunggung bertransmigarasi ke Pulau Sumatra. Namun, mereka tidak bertahan lama untuk pindah dan meninggalkan lahan perkebunannya, sehingga mereka pun memutuskan untuk kembali ke Desa asal.

Letusan yang terjadi pada 1982 ini bukanlah letusan pertama yang terjadi. Pada tahun 1822, Gunung Galunggung juga sempat memuntahkan abu vulkaniknya, yang mengakibatkan 114 desa hancur serta 4.000 nyawa melayang. Bahkan pada abad ke-20 atau sekitar tahun 1918, Gunung Api tersebut sempat meletus dan membentuk kubah lava.

Peristiwa Gunung Galunggung ini pun menjadi salah satu peristiwa mengerikan yang terjadi pada zaman orde baru. Langit gelap, berkabut dan ribuan warga harus mengungsi demi keselamatannya.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here