Adanya kenaikan tren penambahan kasus Covid-19 pasca-Lebaran nyata adanya. Dari grafik kasus harian yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19, penambahan kasus harian menanjak cukup tajam dalam dua pekan setelah Lebaran ini. Peningkatan pun masih berpeluang untuk berlanjut hingga beberapa pekan ke depan.

Pada Selasa (1/6), tercatat ada penambahan 4.824 kasus positif. Angka ini memang turun dibanding penambahan kasus dalam sepekan terakhir yang konsisten di angka 5.000 sampai 6.000-an orang per hari. Namun, perlu dicatat bahwa penurunan kasus ini sejalan dengan penurunan kapasitas testing yang memang selalu terjadi di akhir pekan.

Jumlah kasus aktif juga konsisten naik. Kasus aktif Covid-19 kembali tembus angka 100.000 orang pada Ahad (30/5) lalu. Padahal jumlah kasus aktif sempat turun ke 80.000-an kasus pada pertengahan Mei.

Indonesia hanya bisa mempertahankan penurunan jumlah kasus aktif di bawah 100 ribu orang tidak sampai satu bulan, setelah pertama kali turun ke di bawah batas tersebut pada 4 Mei lalu.

Penambahan kasus positif harian juga terjadi cukup signifikan. Rata-rata kasus positif harian pada pekan ini (24-30 Mei) sebanyak 5.831 kasus per hari. Angka ini jauh di atas rata-rata kasus harian pada pekan sebelumnya (17-24 Mei) sebanyak 5.057 kasus per hari. Pada periode Lebaran (10-16 Mei, kasus harian bahkan sempat turun ke 3.723 kasus per hari.

Angka kematian akibat Covid-19 juga terus bertambah. Pada Selasa (1/6) dilaporkan ada 145 pasien yang meninggal dengan status positif Covid-19. Sehingga jumlah keseluruhan kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 50.723 orang.

Kabar baiknya, kasus sembuh juga terus bertambah. Pada Selasa (1/6) dilaporkan ada 5.360 pasien yang sembuh dari Covid-19. Sehingga, total pasien sembuh mencapai 1.674.479 orang.

Dari penambahan kasus kemarin, Jawa Barat kembali menyumbang angka tertinggi yakni 892 kasus. Posisi kedua ditempati Jawa Tengah dengan 851 kasus. Menyusul kemudian ada DKI Jakarta dengan 519 kasus, Riau dengan 452 kasus, dan Kepulauan Riau (Kepri) dengan 227 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyebutkan, bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dalam dua pekan terakhir terjadi peningkatan kasus aktif yang disebabkan oleh kembalinya masyarakat berkegiatan setelah libur Idul Fitri 1442 Hijriah. Per 31 Mei 2021 kasus aktif di Jakarta sebanyak 10.658, bertambah 3.365 dari dua minggu sebelumnya. Lonjakan kasus tahun ini sedikit lebih baik daripada tahun lalu yang mencapai 30 ribuan kasus.

“Angka ini juga didapatkan dari hasil kerja keras para petugas tracing kita untuk melakukan deteksi dini, terutama mereka yang selesai dari bepergian pada libur lebaran yang lalu,” kata Widyastuti.

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pada ruang isolasi dan ICU rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta juga tercatat mengalami kenaikan dibandingkan sepekan sebelumnya. Pemprov DKI Jakarta melalui akun Instagramnya, @dkijakarta menyebut, berdasarkan data per tanggal 30 Mei 2021, keterpakaian tempat tidur isolasi sebesar 33 persen.

Jumlah tempat tidur yang tersedia di ruang isolasi sebanyak 6.621 unit dan sudah terisi 2.156 pasien. Sementara itu, jumlah ketersediaan tempat tidur di ICU sebesar 1.014 unit dan sudah terisi 381 pasien atau sebesar 38 persen.

Apabila dibandingkan dengan data keterisian tempat tidur isolasi maupun ICU pada sepekan sebelumnya, terjadi peningkatan. Berdasarkan data per tanggal 23 Mei 2021, tercatat jumlah tempat tidur isolasi yang disiapkan sebanyak 6.620 unit dan diisi oleh 1.846 pasien atau sebesar 28 persen dari kapasitas.

Sedangkan untuk tempat tidur ICU, dari total 1.017 unit, jumlah yang terpakai sebesar 31 persen atau 313 pasien Covid-19.

Namun, menurut Widyastuti, Pemprov DKI telah belajar dan lebih siap, terutama untuk melakukan treatment, seperti penyediaan tempat tidur isolasi mandiri yang langsung disiapkan untuk mereka yang terpapar Covid-19.

“Ini juga lebih baik dari tahun lalu, meskipun terjadi lonjakan kasus, bed occupancy rate kita di bawah 50 persen. Namun, kita tetap waspada untuk lonjakan kasus yang lebih parah,” katanya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun kembali memperpanjang masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dua pekan, terhitung 1 hingga 14 Juni 2021.

“Ini juga guna untuk terus mendukung pengendalian pandemi sekaligus program vaksinasi, maka Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro hingga 14 Juni 2021,” kata Widyastuti.

Di Kepri, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri mencatat, pada Mei 2021 kasus terpapar virus corona meningkat lebih dari 200 persen dibanding kondisi satu bulan sebelumnya. Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Selasa (1/6), mengatakan, jumlah pasien Covid-19 di wilayah itu selama April 2021 mencapai 1.988 orang, sedangkan sebulan kemudian meningkat hingga menjadi 4.636 orang.

“Tujuh kabupaten dan kota di Kepri zona oranye,” ujarnya, yang juga Sekda Kepri.

 

Sumber : Republika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here