Semarang merupakan salah satu kota yang memiliki makanan khas berupa lunpia. Dengan kekayaan dan keanekaragamannya jenis lunpia di Semarang, salah satu saksi sejarah yang membuat kota Semarang di kenal sebagai kota lunpia ialah Lunpia Gang Lombok.

Lunpia Gang Lombok ini terletak di sebuah gang kecil bernama Gang Lombok di kawasan Pecinan, Semarang, tepatnya berada di dekat Klenteng Tay Kak Sie yang juga merupakan klenteng tua di Semarang.

Lunpia Gang Lombok Semarang

Kehadiran dan kemunculan Lunpia Gang Lombok ini bermula ketika seorang pedagang asal Tionghoa bernama Tjoa Thay Joe bertemu dengan wanita asal Jawa, Warsih. Tjoa Thay Joe ini mulanya berjualan makanan dengan bahan rebung dan daging babi, sedangkan Warsih menjual kuliner berbahan dasar kentang dan udang.

Keduanya pun bertemu dan menikah. Dari pernikahan itu lah terbesit sebuah ide untuk membuka usaha kuliner dengan bahan yang bisa dinikmati oleh semua orang. Saat itu daging babi yang dijual oleh Tjoa Thay Joe tidak bisa dimakan oleh semua orang, sehingga daging babi pun tidak digunakan kembali.

Lunpia Gang Lombok Semarang (Foto: Phinemo)

Pilihan bahan dasar usaha kulinernya ini pun jatuh kepada rebung dan udang. Jajanan ini pun mulai diperdagangkan di pasar malam Belanda, Olympia Park. Saat itu masyarakat yang mulai mencicipi kudapan perpaduan China dan Jawa ini pun mulai mengenalnya dengan nama Olympia. Karena pelafalannya yang sedikit sulit, akhirnya panganan ini pun lebih dikenal dengan nama lunpia.

Sebelum memutuskan untuk membuka warung kecil di Gang Lombok, Tjoa Thay Joe menjajakan dagangannya menggunakan gerobak dorong. Hingga akhirnya Lunpia Gang Lombok ini sudah diturunkan dari generasi ke generasi dan menetapkan lapaknya di Gang Lombok No.11.

Lunpia Gang Lombok ini menjual dua jenis lunpia, yakni lunpia goreng dan lunpia basah. Menariknya, isian dari Lunpia Gang Lombok ini menggunakan rebung dari tunas bambu betung yang harus dibersihkan berkali-kali. Tidak hanya itu saja, isian dari lunpia ini juga di dukung dengan isian lainnya seperti telur, udang, dan bawang. Bahkan kini bukan hanya tersedia isian udang saja, melainkan sudah tersedia isian ayam yang bisa dinikmati semua kalangan.

Saat ini Lunpia Gang Lombok sudah dipegang oleh generasi ke empat. Dia adalah Purnomo Usodo atau yang akrab dikenal Pak Untung. Meskipun sudah dipegang oleh generasi ke empat, cita rasa dari Lunpia Gang Lombok tidak pernah berubah sedikit pun. Hal ini lantaran Pak Untung masih mempertahankan resep turun temurun.

Selain itu, Pak Untung juga masih menggunakan metode masak secara tradisional yang akan menambah cita rasa dan ciri khas dari Lunpia Gang Lombok. Kelebihan dari lunpia legendaris ini tidak berhenti sampai disitu saja. Lunpia Gang Lombok juga menyediakan saus kental yang terbuat dari pati singkong. Tentu saja hal ini menjadi nilai tambah Lunpia Gang Lombok yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Lunpia Gang Lombok bisa ditemui di Jalan Gang Lombok No. 11, Purwodinatan, Semarang Tengah, Jawa Tengah. Untuk harga satu porsinya dihargai sekitar Rp15,000. Tertarik untuk mencicipi Lunpia Gang Lombok khas Semarang?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here