Wine kaya akan sejarah dari ribuan tahun yang lalu, dengan produksi awal sejak 6000 tahun SM di Georgia kemudian mencapai Balkan 4500 SM dan dikonsumsi sebagai bentuk perayaan di Yunani dan Roma. Dalam perjalanannya, wine memiliki beberapa jenis. Dengan berbeda jenis, bisa jadi berbeda jug acara menikmatinya.

Dari definisinya, wine adalah minuman beralkohol yang dibuat dari anggur yang difermentasi atau buah-buahan lainnya. Menurut buku Pengetahuan Minuman dan Bertending karya Ardjuno Wiwoho, Wine adalah minuman beralkohol yang dihasilkan dari fermentasi atau peragian buah anggur segar. Wine dibuat dari sari anggur jenis Vitis Vinifera yang biasanya hanya tumbuh di area 30 hingga 50 derajat lintang utara dan selatan.

Pembuatannya harus melalui rentetan proses yang panjang, mulai dari penanaman, peragian, pembuatan, penyimpanan atau pengumuran, dan pencampurannya. Kadar alkoholnya berkisar antara 10-13 persen dan biasanya banyak yang dinaikkan sampai 23 persen. Jika jumlah alcohol relatif rendah, hasilnya adalah wine. Jika tinggi, hasilnya adalah “minuman keras suling” yang lebih dikenal dengan brendi, gin, vodka atau rum (mudah terbakar).

Secara umum, didunia ini popular dua jenis wine, red wine dan white wine. Namun nyatanya selain itu, masih ada jenis yang lainnya seperti rose wine, sparkling wine atau dikenal dengan champagne, dan port wine.

Masing-masing dari jenis itu juga memiliki cara penyajian yang berbeda, karena berpengaruh terhadap rasa yang akan dinikmati.

  1. Red Wine dan White Wine

Red wine dibuat dengan memproses anggur merah atau anggur hitam beserta kulitnya. Macam-macam yang terkenal adalah Carbenet Franc, Carbenet Sauvignon, Dolcetto, Malbec, Merlot, Pinot Noir, Sangiovese, Syrah, dan Tempranillo.

Sementara white wine terbuat dari proses anggur kuning, keemasan, hijau, dan beberapa jenis anggur merah. Untuk menghasilkannya, biasanya anggur diproses tanpa kulitnya dan hanya diambil sarinya saja.

White wine yang terkenal adalah Chardonay, Chenin Blanc, Muscat, Pinot Blanc, Pinot Grigio, Pinot Gris, Riesling, Semillon, Sauvignon Blanc, dan Verdelho. Untuk penyajian red wine, dalam menyajikannya harus memakai gelas yang berukuran besar agar mendapatkan aroma yang sempurna. Suhunya pun harus berada pada suhu 16-18 derajat. Untuk penyajian white wine disarankan menggunakan ukuran gelas lebih kecil guna menahal bubble atau buih agar tidak terlalu kabur. Dengan suhu udara dingin, temperature soda yang disajikan untuk white wine tidak akan terlalu habis ketika ingin diminum.

White wine memiliki tiga karakter, antara lain mengeluarkan aroma buah, rasa cenderung keasaman dan sepet. Sedangkan untuk red wine hanya ada dua karakter yaitu aroma buah dan tingkat keasaman saja.

  1. Rose Wine

Sama seperti red wine, rose wine dari anggur merah beserta kulitnya. Bedanya ada di proses permentasi dan ekstraksinya yang lebih singkat sehingga menghasilkan warna merah muda dan kerap dianggap mirip warna bunga warna.

Sangat tidak dianjurkan mencampurkan red wine dan white wine untuk menghasilkan rose wine. Bahkan di negara seperti Perancis tindakan ini dianggap illegal dan melanggar hukum.

  1. Champagne

Champagne adalah white wine yang bersoda sehingga disebut dengan sparkling wine karena begitu dituang ke dalam gelas memunculkan kilauan. Untuk jenis wine ini, menurut hukumnya haruslah diproduksi didaerah Champagne, Perancis (sekitar perjalanan dua jam dari Paris kearah timur laut), serta hanya menggunakan angur Chardonnay, Pinot Meunier, dan Pinot Noir.

Untuk menghasilkan rasa Champagne yang sempurna, setidaknya dibutuhkan waktu satu setengah tahun untuk proses fermentasinya. Champagne biasanya disajikan dalam gelas dengan bentuk mengecil dibagian atas, tinggi dan ramping untuk menjaga karakter “kilauan”nya tetap terjaga. Kalau biasanya sebelum meminum wine harus memutar gelasnya secara perlahan, untuk champagne tak perlu diputar karena ada buih soda didalamnya.

  1. Port Wine

Port Wine juga mempunyai peraturan khusus seperti champagne. Port Wine harus diproduksi di Douro Valley, sebuah lembah yang subur di utara kota Porto, Portugal. Karena rasanya cenderung manis, Port Wine dikenal juga sebagai dessert wine. Wine jenis ini cocok disandingkan bersama keju, kacang-kacangan, atau cokelat.

Cara minum wine yang baik adalah sesap perlahan dan jangan langsung ditelan. Nikmati rasa wine didalam mulut untuk beberapa saat. Setelah seluruh rongga penuh sensasi rasa dari wine, baru telan. Takaran penyajian wine baiknya pada 110-115 mili per gelasnya, karena wine berbeda dengan minuman beralkohol lainnya. Untuk wine, setiap menit aroma buah-buahan keluar silih berganti, Wine yang bagus adalah yang memiliki keseimbangan rasa antara asam, manis, atau sedikit pahit.

Jadi, mana wine yang sudah pernah kamu coba? Atau ingin mencoba wine untuk pertama kalinya? Jangan salah membedakan jenisnya dan cara menikmatinya ya, Oldiest.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here