Siapa yang tak tau dengan film ‘Catatan Si Boy’ yang diperankan oleh Onky Alexander? Atau film ‘Eiffel I’m In Love’ yang diperankan oleh Samuel Rizal dan Shandy Aulia? Ya mahakarya film-film tersebut lahir dari sentuhan almarhum Nasri Cheppy.

Baca juga: Ingat “Mas Boy” Onky Alexander, Selalu Terbayang Sosok Sedan BMW 318i E30

Lahir di Banda Aceh, 16 Oktober 1950, Nasri Cheppy mengawali karirnya di dunia theater. Kegemarannya dalam menonton film membuat dirinya tertarik untuk menekuni dunia perfilman. Pada akhir tahun 1970-an, Cheppy membentuk sebuah grup theater remaja. Grup bentukannya pun mulai mengikuti beragam perlombaan dan festival, hingga mengantarkan dirinya ke meraih kemenangan tingkat DKI Jakarta.

Pada dunia perfilman, Cheppy mengawali karirnya dibagian kostum pada film berjudul ‘Pencopet’. Setelah itu jabatannya pun naik menjadi pencatat script dalam film ‘Suci Sang Promadonna’. Film ini disutradarai oleh Arifin C. Noer, yang juga sebagai pimpinan grup theater Cheppy sebelumnya. Karir yang dibangun oleh Cheppy pun terus meningkat. Dirinya pun ditunjuk sebagai asisten sutradari dalam film ‘Sesuatu Yang Indah’ karya Wim Umboh, dan pada film ‘Yang’ karya Sjumandjaja.

Debut Cheppy sebagai seorang sutradara berawal saat dirinyan menyutradarai film ‘Ranjau Ranjau Cinta’ pada tahun 1984. Nama Nasri Cheppy melejit ketika dirinya menyutradarai film ‘Catatan Si Boy’ di tahun 1987. Film inilah yang membuat Cheppy menjadi sutradara legenda kala itu.

Di film ‘Catatan Si Boy’, Cheppy sukses menghadirkan karakter Didi Petet yang berperan sebagai seorang banci bernama Emon. Cheppy juga berperan penting dalam karir Onky Alexander pasca Onky berperan sebagai Boy. Onky pun menjadi idola remaja berkat perannya pada film ‘Catatan Si Boy.’

Kesuksesan Cheppy pada film ‘Catatan Si Boy’ ini lah yang akhirnya menuntun Cheppy membuat berbagai sekuel dari film tersebut. Sedikitnya 30 judul film dan belasan sinetron yang sudah di sutradarai oleh dirinya.

Keberhasilan Cheppy pun kembali ia torehkan pada tahun 2003. Di tahun itu film tentang cinta mulai digemari dan diburu oleh para remaja. Cheppy pun merilis film terbaru buah hasil karyanya yang berjudul ‘Eiffel Im In Love’. Film ini pun meraih kesuksesan dengan total penonton mencapai 3 juta dari seluruh Indonesia.

Sebuah fakta menarik sebelum Samuel Rizal yang memerankan sosok Adit pada film ‘Eiffel Im In Love’ ini adalah tokoh utama sebenarnya bukanlah dirinya. Sebelumnya Cheppy menunjuk Nicholas Saputra sebagai pemeran pria utama pada filmnya ini, namun Nicholas mengundurkan diri beberapa waktu sebelum proses syuting dimulai.

Kini sosok Nasri Cheppy telah berisitirahat dengan tenang. Ia meninggal dunia pada tahun 2010. Dunia perfilman Indonesia pun berduka atas kepergian dirinya. Cheppy meninggalkan satu orang isteri dan lima orang anak. Cheppy meninggal dunia dalam saat usianya genap menginjak 60 tahun. Beristirahatlah dengan tenang Nasri Cheppy, ragamu kini tak ada namun karya mu tetap akan selalu menjadi legenda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here