Pada tahun 70an dan 80an sempat ada sebuah sandiwara yang hanya bisa diikuti di radio, namanya Sandiwara Radio. Disiarkan dari siang hingga sore hari, bagi kamu yang lahir di era ini pasti sudah meluangkan waktu untuk mendengarkan radio yang menyiarkan cerita sandiwara radio.

Sensasi mendengarkan sebuah cerita tanpa melihat gambar atau adegan membuat kita bisa menciptakan sendiri adegan di kepala dengan imajinasi yang digiring dari pengisi suara dan narasi sandiwara radio tersebut. Terbayang oleh kita adegan perang kolosal dari cerita silat hingga suasana mistis saat mendengarkan sandiwara radio bertema horor. Sensasi itulah yang tidak bisa lagi didapatkan saat ini. Banyak beberapa judul cerita yang disiarkan dan dijadikan sandiwara radio.

Namun, meski begitu kabarsidia.com sudah merangkum 6 Sandiwara Radio yang sempat hits di era 70an, 80an, bahkan 90an. Yuk, scroll terus ke bawah!

  • Saur Sepuh.

Ini adalah kisah yang paling popular, ditulis oleh Niki Kosasih judul Saur Sepuh bercerita sebanyak 20 episode dengan salah satu tokohnya yang fenomenal yaitu Brama Kumbara. Saking popularnya, sandiwara Saur Sepuh di film kan pada tahun 1987. Tak hanya ada dalam versi film kolosal saja, Saur Sepuh juga muncul dalam versi layar kaca dan ditayangkan di stasiun televisi swasta dengan judul Saur Sepuh The Series.

  • Putri Cadar Biru.

Sebuah cerita yang ditulis oleh Suwarso Yudi Samsidar menceritakan tentang seorang gadis sakti bercadar biru pemimpin di Lembah Cacat. Sebuah lembah yang di dalamnya banyak pendekar dengan ciri cacat, diantaranya Buntung Kanan Buntung Kiri, Pendekar kecapi Buta, Bidadari Baju Telu, dan lain sebagainya. Awalnya banyak orang golongan putih mengira bahwa Putri Cadar Biru dan pengikutnya termasuk golongan hitam, namun ternyata tidak. Putri cadar Biru dan pengikutnya justru ikut berjuang melawan penjajah Belanda. Cerita ini juga diwarnai oleh kisah cinta Putri Cadar Biru dengan Anusagelang, suaminya, yang berakhir pedih. Anusagelang gugur di medan perang, bertempur melawan penjajah Belanda.

  • Mak Lampir atau Misteri Gunung Merapi.

Generasi 90-an sampai 2000-an pasti tahu dengan kisah mak Lampir atau dengan judul lain misteri gunung merapi, yang berkisah tentang seorang nenek jahat bernama Mak Lampir yang mencoba membalas dendan pada keturunan Kyai Ageng Prayogo. Tetapi, aksi-aksi jahat Mak Lampir selalu terhalang oleh perjuangan heroik Sembara dan kawan-kawannya.

  • Babad Tanah Leluhur.

Sandiwara Radio karya Cece Suhyar ini dimeriahkan oleh tokoh-tokoh Anting Wulan, Saka Palwaguna, Dadung Awuk, Seta Keling, Pangeran Purbaya, Cempaka, Sariti. Bercerita tentang kisah Babad Tanah Leluhur bersetting masa kerajaan Mataram kuno (mataram Hindu) pada masa pemerintahan Raja Sanjaya. Kisahnya terfokus pada empat tokoh, Anting Wulan dan Saka Palwaguna yang keduanya merupakan satu perguruan, serta Pangeran Purbaya dan Putri Cempaka yang kemudian menjadi raja dan ratu di kerajaan.

  • Tutur Tinular.

Tutur Tinular memiliki kisah tentang runtuhnya kerajaan Singasari dan berdirinya kerajaan Majapahit. Tokoh utamanya adalah Arya Kamandanu. Pemuda gagah berani penumpas kejahatan yang mewarisi pedang Naga Puspa. Selain Arya Kamandanu, tokoh-tokoh lain yang ikut berperan dalam sandiwara ini antara lain Mei shin seorang gadis dari daratan Cina yang pernah menjadi istri Kamandanu namun kemudian terpisah. Dan ada pula tokoh Sakawuni yang menjadi istri kedua dari Kamandanu. Adapula tokoh antagonis Mpu Tong Bajil dan Dewi Sambi.

  • Mahkota Mayangkara.

Kisah sandiwara radio Mahkota Mayangkara adalah kelanjutan dari kisah Tutur Tinular. Hanya saja, kali ini lebih banyak menceritakan tentang generasi setelah Kamandanu, diantaranya tentang kisah Ayu Wandira (anak Mei Shin), tokoh antagonis Rakuti, serta kisah dua putri kerajaan Majapahit (Tribuana dan Dyah Wiyat) dalam melawan kakak tirinya, Raja Jayanegara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here