Matahari memasuki apa yang disebut periode “penguncian”, ketika jumlah bintik matahari pada permukaan matahari berkurang menjadi beberapa atau tidak sama sekali. Secara teknis disebut “minimum matahari”.

Pada musim semi 2020, itu adalah kejadian normal bagi matahari dan bintang di sekitarnya. Dan hal ini  diproyeksikan oleh para Ilmuwan tidak mengancam kehidupan di Bumi dengan kelaparan, gempa bumi, atau cuaca yang membeku sebagaimana info dan berita yang saat ini ramai di perbincangkan di beberapa Media, dan selama periode matahari minimum di luar angkasa.

NASA menyatakan, “Atmosfer bagian atas bumi mendingin, dan sampai batas tertentu mekanisme pemanasan alami ini reda. Siklus matahari ini berlangsung rata-rata 11 tahun sekali dalam setiap siklus, dan saat ini kita berada di puncak siklus itu. Setiap 11 tahun atau lebih, bintik matahari memudar, membawa periode yang relatif tenang. Ini disebut minimum matahari..dan itu adalah bagian rutin dari siklus sunspot.”

Dean Pesnell dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt mengutarakan, “Saat ini aktivitas intens seperti bintik matahari dan api matahari mereda selama periode minimum matahari, itu tidak berarti daya matahari menjadi berkurang atau melemah. Aktivitas matahari hanya berubah bentuk.”

Sebagai contoh, kata Pesnell, “Selama minimum matahari kita dapat melihat perkembangan lubang korona matahari yang berumur panjang atau bertambah lama dan ini dapat menyebabkan risiko kesehatan bagi para astronot yang bepergian melalui ruang angkasa karena medan magnet matahari melemah dan memberikan lebih sedikit perlindungan dari sinar kosmik dan ini buruk bagi para astronot karena dapat memengaruhi elektro-kimia atmosfer bagian atas Bumi dan dapat memicu serta menimbulkan petir “. Namun tidak berbahaya untuk manusia di bumi.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena bumi kita memiliki medan magnet planet yang melindungi kita dan hal ini telah berlansung selama ini. Dan di tambahkan oleh Astronomer Dr. Tony Phillips, “Bahkan jika Grand Solar minimum bertahan satu abad, suhu global akan terus menghangat. Karena lebih banyak faktor dan variasi penyebab kenaikan suhu panas di bumi yang bukan di sebabkan secara keseluruhan bukan dari matahari. Faktor yang paling dominan saat ini adalah pemanasan yang berasal dari emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia yang memiliki variasi 6 kali lebih besar dampak dari periode minimum matahari atau siklus 11 tahunan ini”.

 

Sumber : Nasa Sciences, The Sun and New York Post.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here