Hayoooo…. apa kalian masih ingat dengan salah satu permainan kanak-kanak yang hits pada era 80-an ini? Cluenya adalah anggota yang bermain dalam permainan ini bisa menjadi menawan, penawan, atau pun tertawan, menjadikan benteng sebagai markas yang perlu di jaga dari serangan musuh.

Biasanya dimainkan oleh 4 sampai 8 orang, selalu bertempat di sebuah lapangan atau lahan luas. Gimana? Sudah ingat? Yup! Tap Benteng! Permainan yang pernah menjadi primadona pada masanya ini memang sangat seru dan asik, saking serunya permainan tap benteng masuk ke dalam salah satu permainan yang dilombakan pada ajang bergengsi saat ini yaitu Asian Games 2018.

Agar kenangan tentang tap benteng tidak tersapu oleh jaman, kali ini kita akan telisik sejarah permainan tap benteng yang hits di era 80-an bahkan sampai saat ini masih menjadi salah satu permainan jadul yang asik.  Tap benteng atau bisa juga disebut bentengan merupakan jenis permainan daerah dari sebuah kecamatan bernama Ungaran yang berada di Semarang, Jawa Tengah. Dinamakan tap benteng karena kata benteng memiliki arti yaitu pertahanan.

Permainan tap benteng ini sudah ada sejak zaman penjajahan belanda. Karena permainan ini sudah ada sejak zaman penjajahan belanda dahulu, menjadikan permainan tap benteng ini memiliki hubungan dengan kehidupan masyarakat Indonesia di zaman penjajahan belanda yang menggunakan benteng sebagai pertahanan Indonesia terhadap serangan Belanda. Cara bermainnya pun tidak jauh beda dari hubungan yang ada antara pertahanan Indonesia terhadap Belanda, tap benteng mengharuskan para pemain agar tetap menjaga benteng dari serangan agar tidak tersentuh atau diambil alih oleh musuh (lawan).

Permainan tap benteng ini juga sangat sarat dengan nilai budaya. Tap benteng adalah sebuah permainan, yang mana dalam sebuah permainan ada menang atau kalah, inti dari permainan tap benteng ini adalah mempertahankan benteng agar tidak diambil alih oleh musuh dan sekaligus menyerang benteng pertahanan lawan. Nilai budaya yang dapat kita ambil dari permaina tap benteng ini adalah kompetitif, tolong menolong, dan sportifitas.

Nilai Kompetitif terlihat dari masing-masing grup yang menjaga bentengnya agar tidak diambil alih oleh musuh, Nilai Tolong Menolong terlihat dari usaha menghidupkan kembali anggota yang sudah tertawan oleh pihak lawan, dan Nilai Sportifitasnya jelas terlihat pada aturan permainan, pemain yang lebih dulu keluar dari bentengnya adalah pemain yang posisinya akan dikejar oleh musuh, dan apabila tertangkap pemain tersebut dengan suka rela harus menjadi tawanan di pihak lawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here