Selasa (9/4), Pradjoto yang merupakan seorang yang ahli dalam perbankan membagikan kisah dan pandangannya tentang politik yang terjadi saat ini di Indonesia. Di temui saat berada di kantornya di kawasan Permata Hijau, Pradjoto pun mulai berbagi pandangannya tentang politiknya.

Pradjoto yang mengawali karir dengan bergabung bersama Bapindo ini membagikan pandangan politiknya terkait kedua capres Indonesia saat ini. Dimana, pada tanggal 17 April mendatang, masyarakat Indonesia secara serempak akan mengadakan pemilihan umum. Melihat pesta politik saat ini yang sedang terjadi, Pradjoto pun menuturkan berbagai pendapatnya.

“Pemilu ini sebenarnya refleksi diri dari kehendak rakyat, refleksi dari kedaulatan rakyat. Disana rakyat memilih pemimpin yang dapat dipercaya. Pertama, rakyat akan melihat apakah pemimpin ini dapat dipercaya, apakah pemimpin ini amanah.” Ungkap Pradjoto saat ditemu tim kabarsidia.

Melihat pesta demokrasi yang akan berlangsung saat ini, banyak sekali isu dan beragam tudingan yang saling di lontarkan satu sama lain. Hal ini pula yang membuat Pradjto sedikit memberikan pendapatnya akan hal tersebut.

Bagi Pradjoto, saling hina, saling merendahkan dan saling memfitnah tersebut terjadi lantaran bangsa Indonesia kehilangan benchmark sebagai acuan. Sehingga muncullah tuduhan saling serang yang akhirnya menciptakan fanatisme.

Terlepas dari kedua capres dan panasnya politik saat ini, Pradjoto berharap saat pemilu berlangsung nantinya akan berjalan lancar dan masyarakat dapat memilih presiden yang dapat membangun dan mensejahterakan rakyatnya.

“Marilah kita berdoa 17 April mendatang akan menjadi pemilihan umum yang memerdekakan rakyat Indonesia dari segala bebannya. Bagi saya 17 April adalah hari yang sangat teramat penting, oleh karena itu datanglah ke bilik-bilik suara. Bagi mereka yang ingin memanipulasi suara berhentilah karena Tuhan tidak tidur. Selamat memilih.” Tutup Pradjoto dalam wawancara singkat bersama tim kabarsidia.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here