Mendengar nama Pecenongan, tak lengkap rasanya bila belum mampir dan singgah ke sebuah tempat yang menjual martabak, Martabak65A. Nama Martabak65A ini merupakan salah satu martabak legendaris yang hadir dan berada di kawasan Pecenongan.

Bermula dari seorang pemuda bernama Agustinus yang merantau ke ibukota pada tahun 1970-an. Kedatangannya ke Jakarta saat itu semata-mata untuk mengadu nasib dan menjajal usaha. Mengawali karirnya sebagai sales obat, Agustinus yang saat itu memiliki bekal dan pengetahuan tentang mengolah martabak pun memiliki ide cemerlang untuk mendirikan usaha martabak di Jakarta.

Saat ide cemerlang tersebut ia realisasikan, Agustinus belum memiliki saingan yang cukup banyak. Pasalnya, pada era 1980-an, kehadiran martabak di Ibukota tergolong sedikit dan sangat jarang di jumpai.

Berkat bakat dan kegigihannya mengolah bahan-bahan menjadi martabak inilah akhirnya Agustinus menemukan sebidang lahan untuk membuka usahanya. Saat itu Agustinus mematenkan tempat usahanya di Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat. Sehingga usaha kulinernya ini di kenal dengan nama Martabak Bandung Asli Pecenongan 65A.

Seiring berjalannya waktu dan kondisi, kawasan Pecenongan pun mulai ramai dan di padati dengan para penjual beragam makanan, mulai dari makanan khas China hingga ragam macam martabak seperti produknya.

Martabak Bandung Asli Pecenongan 65A miliknya menjadi salah satu tujuan dan favorit saat itu. Tak heran bila sebagian penjual martabak di kawasan Pecenongan ini menggunakan nama yang sama dengan usaha milik Agustinus. Mengetahui hal tersebut, Agustinus pun tidak ingin ambil pusing dan terlalu memikirkan, baginya para konsumen yang sudah menjadi langgananya sejak dulu akan mengetahui perbedaannya secara langsung.

Usaha Martabak miliknya ini bisa dikatakan sebagai pelopor martabak di Ibukota. Dengan harga yang tergolong premium, para pelanggan pun tidak akan kecewa dengan rasa dan tekstur dari Martabak65A ini.

Martabak65A Pecenongan (Foto: Qraved)

Sejak awal didirikan, tempat usahanya ia beri label dengan nama Martabak Bandung Asli Pecenongan 65A. Namun, memasuki tahun 2007 anak dari Agustinus yang merupakan lulusan sarjana desain grafis melakukan re-branding untuk tempat usaha milik Ayahnya.

Danniel, sang anak pun melakukan beragam upaya untuk kesuksesan dari re-branding tempat usaha milik Ayahnya. Ia melakukan desain kemasan, perubahan nama, desain seragam karyawan, hingga mendesain buku menu serata logo untuk Martabak Bandung Asli Pecenongan 65A. Namanya kini pun diubah menjadi Martabak65A.

Baca Juga:Martabak Kubang vs Martabak India, Mana yang Lebih Juara?

Tidak hanya melakukan re-branding pada namanya saja, Danniel pun membantu memasarkan dan melancarkan startegi bisnis melalui sosial media untuk Martabak65A. Berbagai inovasi pun kerap dilakukan dan diupayakan demi eksistensi Martabak65A.

Tepatnya pada tahun 2013, Martabak65A meluncurkan menu baru. Dimana menu ini langsung menjadi perbincangan masyarakat luas dan menyebar ke segala penjuru. Menu terbaru itu ialah Martabak Toblerone dan Martabak Nutella.

Kemunculan menu terbaru itu pun bahkan terdengar hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Tak jarang banyak masyarakat dari berbagai daerah sengaja datang dan mencicipi menu baru dari Martabak65A ini.

Secara tidak langsung, Martabak65A ini menjadi pelopor dan pencetus dari cita rasa baru yang hadir dan dituangkan ke dalam sebuah adonan martabak biasanya. Hmm tertarik untuk mencicipi dan berkunjung ke kawasan Pecenongan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here