Bagi pecinta pedas, tak lengkap rasanya kalau makan atau ngemil gorengan tanpa ditemani cabe rawit. Tetapi, pernahkah kamu menyadari kalau cabe rawit lebih pedas dari cabe merah biasa? kenapa bisa begitu ya?

Ternyata, cabai memang memiliki tingkat pedas yang berbeda-beda, rasa pedas pada cabe rawit dihasilkan dari zat kimia bernama Capsaicin. Semakin banyak kadar capsaicin yang terkandung, maka rasa cabai akan semakin pedas. Dan yang dianggap memiliki kandungan capsaicin tinggi adalah cabe rawit, sehingga rawit dianggap sebagai salah satu jenis cabai terpedas.

Capsaicin yang terkandung dalam cabai memiliki manfaat baik bagi tubuh, misalnya saja bisa digunakan sebagai penghilang rasa sakit serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Beberapa hasil penelitian juga menujukkan kalau efek dari capsaicin dapat mendorong kerja metabolisme tubuh 5% lebih cepat untuk membakar lemak lebih banyak. Efek pembakaran kalori ini bahkan diketahui masih terus bekerja sampai 20 menit setelah kamu selesai makan cabai pedas, yaitu cabe rawit.

Selain itu, capsaicin juga diyakini efektif untuk menurunkan kadar kolesterol jahat LDL, sementara di waktu yang sama juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik HDL dalam tubuh. Meski kandungan pedas dalam cabai dapat memberikan beberapa manfaat tersebut, kamu tidak boleh berlebihan dalam mengonsumsinya karena akan ada efek samping pula jika terlalu banyak makan makanan pedas atau cabe rawit seperti sakit perut atau sakit tenggorokan.

Kandungan capsaicin pada cabe rawit memang membuat si kecil ini menjadi lebih pedas daripada cabe merah besar. Tentu saja kalau cabe rawit lebih lezat dinikmati dengan gorengan yang masih panas. Asal jangan terlalu banyak ya! Karena segala sesuatu yang berlebihan tidak akan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here