Salah satu pengalaman masa kecil bagi sebagian masyarakat Indonesia yang tumbuh besar pada dekade ’70-’90-an adalah membaca komik yang mampu menggerakkan tubuh untuk lebih giat beribadah. Komik-komik itu, dikenal dengan komik siksa neraka.

Komik yang mulai hilang pada pertengahan dekade ’90-an dan nyaris punah ketika memasuki milenium baru itu meninggalkan kesan mendalam bagi pembacanya. Ajaran agama diperkenalkan dengan cara yang tak biasa dalam komik itu : melalui gambar penuh siksaan.

Komik itu beredar luas, mulai dari toko buku, pasar, hingga lapak di masjid-masjid dan pengajian, penjual eceran yang berkeliling di bus kota, sampai ke institusi pendidikan agama Islam untuk anak-anak atau Taman Pendidikan Alquran (TPA) di tengah-tengah pemukiman. Mulai dari kota besar seperti Jakarta, hingga ke daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Komik bertema siksa neraka itu bertebaran dengan berbagai judul, mulai dari Taman Firdaus, Indahnya Surga Pahitnya Siksa Neraka, Siksa Neraka, Siksa bagi Mereka yang Tidak Puasa, Neraka Hawiyah, hingga Siksa bagi Para Pelacur dan Siksa bagi Tukang Selingkuh. Semuanya berisi penyiksaan.

Bagi yang belum pernah melihatnya dan belum terbayang ‘siksaan’ dalam buku tersebut, komik-komik itu mampu menampilkan sekumpulan orang di neraka ditombak dari berbagai arah dan target, diikat lalu disiram atau dicelup ke timah cair panas hingga daging mengelupas.

Siksaan belum selesai. Komik itu masih menampilkan banyak tubuh membengkak dan mengeluarkan belatung, ada juga manusia hidup-hidup dipotong oleh golok dan gergaji melayang, serta yang paling ikonis adalah punggung disetrika oleh setrika raksasa melayang mengejar para pendosa.

Semua siksaan itu dilakukan di tempat yang digambarkan sebagai neraka: tandus, gelap, namun penuh kobaran api di mana-mana. Dan para penghuninya, disiksa dalam kondisi bugil.

Meskipun penggambaran di komik sangat menyeramkan, namun nyatanya komik – komik seperti ini benar-benar sangat laris pada waktu itu. Dampaknya juga sangat bagus. Pada saat itu banyak anak – anak takut berbuat dosa, sekali di ingatkan gambar siksa neraka ini, langsung saja nurut perkataan orang tua.

 

(sumber : CNN Indonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here