Masih ingatkah Anda dengan Stadion Lebak Bulus? Salah satu stadion bola yang juga menjadi markas dari Macan Kemayoran, Persija Jakarta. Stadion Lebak Bulus sudah hadir sejak tahun 1987, yang saat itu pembangunannya dilakukan oleh Bakrie Group.

Baca Juga : Olahraga di Pagi Hari atau di Malam Hari? Mana yang Lebih Baik?

Persija Jakarta mungkin menjadi salah satu saksi bagaimana megahnya Stadion Lebak Bulus, yang juga dijadikan markas besar mereka. Terletak di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Stadion Lebak Bulus pun memiliki banyak sejarah sebelum penggunaanya beralih fungsi.

Stadion yang memiliki kapasitas penonton hingga 12.500 orang dan juga memiliki empat tribun ini banyak sekali menjadi saksi sejarah dari berlangsungnya berbagai pertandingan. Sebelum menempati Stadion Lebak Bulus sebagai markas besar, Persija Jakarta lebih dulu menempati Stadion Menteng sebagai markas besarnya.

Selain dikenal sebagai markas dari Persija Jakarta, Stadion Lebak Bulus memiliki perbedaan dari stadion kebanyakan. Hal ini terletak dari jarak antara tribun penonton dengan posisi lapangan sangatlah dekat. Sehingga ketika Persija bertanding, suara teriakan semangat dari para penggemar sangat terdengar dengan jelas.

Bersama dengan Bambang Pamungkas di Stadion Lebak Bulus, Persija pun merayakan hari kemenangannya. Saat itu Persija Jakarta berhasil meraih juara dalam laga Liga Indonesia pada tahun 2001 silam.

Baca Juga : Asal Usul Angkringan, Tempat Makan Sederhana Dengan Menu Nasi Kucing

Pada tahun 2005, kejadian menarik juga turut hadir di Stadion Lebak Bulus. Saat itu Persija Jakarta di jadwalkan akan bertanding dengan musuh bebuyutannya, Persib Bandung. Kala itu Persib Bandung kabarnya tidak jadi bertandang ke markas besar Persija Jakarta lantaran Stadion Lebak Bulus sudah dikepung dengan padatnya The JakMania.

Kepadatan para supporter Persija Jakarta itulah yang membuat Persib Bandung mengurungkan niatnya untuk bertanding. Hal ini guna menjaga keamanan dan ketertiban para pemain dari Persib Bandung dan juga para supporter Persija Jakarta.

Berbagai cekcok dan perkelahian antar supporter bola bukan hanya terjadi sekali dan dialami oleh The JakMania saja. Stadion Lebak Bulus juga menjadi saksi bisu munculnya kericuhan dari berbagai supporter bola dari klub lainnya yang bertanding.

Sebelum Persija Jakarta menempatkan Stadion Lebak Bulus sebagai markas besarnya, klub Pelita Jaya pun pernah bermarkas besar di Stadion Lebak Bulus. Saat itu Pelita Jaya menjadikan Stadion Lebak Bulus sebagai markas pada periode 1987 hingga 2000-an.

Sebagai salah satu Stadion yang memiliki nilai sejarah bagi dunia sepakbola, Stadion Lebak Bulus juga turut andil dalam berbagai liga perlombaan diantaranya Klasifikasi Piala Asia U-16 tahun 2008 dan SEA Games 2011.

Sayangnya pada tahun 2008, markas besar Persija Jakarta dipindahkan ke Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pemindahan ini didasari atas sudah tidak layaknya Stadion Lebak Bulus untuk digunakan. Secara resmi Persija Jakarta menjadikan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai markas pada tahun 2014.

Setahun setelah perpindahan markas besarnya, Stadion Lebak Bulus pun secara resmi di runtuhkan. Stadion Lebak Bulus mendapat imbas dari penggusuran Pemprov DKI Jakarta untuk pembangunan Mass Rapid Transit (MRT). Bukah hanya sebagai lahan yang dibangun untuk jalur MRT saja, Stadion Lebak Bulus dinilai sebagai sumber kemacetan yang kerap kali terjadi.

Kini, Stadion Lebak Bulus hanya tinggal kenangan yang sudah tidak bisa dilihat lagi wujud aslinya. Yang ada hanyalah bangunan stasiun dari MRT yang rencananya akan mulai beroperasi mulai bulan Maret 2019 ini. Kejayaan dan sejarah panjang dari Stadion Lebak Bulus akan selalu dikenang baik di mata pecinta sepakbola Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here