Tatang Suhenra atau yang dikenal dengan nama Tatang S, merupakan komikus yang pernah hadir pada era 80 dan 90-an. Bagi generasi 80 dan 90-an, sosok Tatang S merupakan tokoh penting yang mengalami pasang surut karir dalam berkarya, khususnya komik.

Nama Tatang S mulai dikenal saat dirinya menciptakan komik dengan gaya Punakawan. Pengambilan tokoh Gareng, Petruk, Semar dan Bagong inilah yang membuat Tatang kembali kedunia Komik, setelah sebelumnya berseteru dengan salah satu komikus bernama Ganes T.H.

Sebelum nama Tatang S berkibar sebagai komikus, nama Ganes T.H memang sudah lebih dulu bergriliya di dunia komik. Salah satu karyanya saat itu adalah ‘Si Buta dari Gua Hantu’, yang kemudian dijiplak oleh Tatang S. Insiden ini bermula ketika Ganes T.H memutuskan untuk keluar dari penerbit yang sama dengan Tatang S. Pihak penerbit itulah yang memberikan tantangan kepada Tatang S untuk membuat kisah serupa dengan ‘Si Buta dari Gua Hantu’, yang kemudian terbitlah ‘Si Gagu dari Gua Hantu’. Sejak saat itulah dunia komik terguncang, karya Tatang S yang berjudul ‘Si Gagu dari Gua Hantu’ dipaksa untuk ditarik dari peredaran.

Tatang pun memutuskan untuk mulai meniti karir dari awal kembali. Ia pindah ke Jakarta dan sempat tinggal di daerah Buaran, Jakarta Timur. Tatang pun melanjutkan karir sebagai komikus silat dan terkenal dengan pembuat komik karakter Punakawan. Sekitar tahun 1980, jenis komik Punakawan inilah yang berhasil mencuri perhatian penikmat komik lainnya, yang akhirnya kembali kepada karya Tatang S. Karya Tatang S ini sangat dicintai para pembaca pada masa itu karena dianggap mewakili perasaan rakyat kecil.

Karakter dari para tokoh komik karya Tatang, yakni Gareng dan Petruk digambarkan sebagai sosok pengangguran, banyak utang, kerja serabutan yang juga menggambarkan cerita rakyat jelata dan masyarakat marginal yang penuh dengan lika-liku.

Dalam setiap karya Tatang S, dirinya selalu membuka salam dengan kata-kata yang unik. “Salam manis tak akan habis, salam sayang tak akan hilang, buat semua pecinta karya saya.” Menariknya lagi, ide brilian dari Tatang dalam membuat komik juga terpengaruh dari berbagai film superhero yang kala itu sedang ngehits. Munculah sebuah komik yang diadaptasi dari tokoh superhero, dengan pemeran utamanya tentulah si Gareng dan Petruk. Sebenarnya cerita dari komik yang Tatang buat tak hanya berkisah tentang superhero, cerita horor dan romansa pun ia tuangkan kedalam bentuk komik Gareng dan Petruk.

Komik dari karya Tatang S yang paling laris dipasaran adalah komik dengan cerita horor. Dimana pada tahun 1977 dengan judul ‘Manusia Indonesia’, Tatang menggambarkan kebiasaan dari sebagian besar masyarakat Indonesia yang percaya akan takhayul. Nuansa angker dan mencekam pun selalu digambarkan oleh Tatang pada karyanya yang bergenre horor. Komik-komik itulah yang akhirnya sukses menarik perhatian banyak penerbit.

Tatang S meninggal dunia pada tahun 2013 dikarenakan penyakit diabetesnya. Meski raga dan jiwanya sudah tidak ada, ragam karya yang sudah ia ciptakan pun akan tetap membekas dan diingat oleh para penikmat komik.

4 COMMENTS

  1. Seingetku th 70-80an komik petruk gareng sangat digemari termasuk saya yg angkatan 80an…dulu lbh suka nyewa di deket rumah kalo ga salah 5 rupiah dah bisa dapet 5komik buat sehari…
    Legend banget deh Petruk Gareng ini..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here