Berita duka kembali menyelimuti dunia hiburan Indonesia, kali ini berita duka datang dari artis senior yang multitalenta. Titi Qadarsih, artis senior yang multitalenta dikabarkan meninggal dunia pada Senin (22/10) kemarin. Berita duka ini disampaikan langsung oleh salah seorang anak Titi Qadarsih yaitu Indra Qadarsih melalui akun sosial media instagram pribadinya.

Baca juga: Mengenang Rudy Wowor, Spesialis Peran Antagonis Berdarah Belanda

Dalam unggahan melalui sosial media Instagramnya, Indra mengatakan “Innalillahi wa innailaihi rooji’uun. Telah berpulang ibunda kami tercinta Titi Qadarsih binti Sardjan. Dalam perjalanan pulang ke rumah beliau di Cinangka, Jika ada salah mohon dimaafkan dan jika beliau ada tanggungan yang belum ditunaikan mohon kabari kami. Tksh. Indra dan kel,” papar Indra.

Titi Qadarsih dikenal sebagai sosok artis yang multitalenta. Ia mulai berkecimpung di dunia hiburan Indonesia sebagai seorang penyanyi, bersama dengan dua saudaranya yakni Sally dan Anne. Ketiganya tergabung dalam sebuah grup vokal bernama Salanti Bersaudara. Grup vokal tersebut Titi bentuk pada tahun 1964, dan merilis sebuah album dalam bentuk vinyl.

Album yang diedarakan dalam bentuk rekaman vinyl ini berisikan 12 lagu. Diantara 12 lagu yang terdapat dalam album pertama Salanti Bersaudara ini diantaranya adalah Hadiah Ulang Tahun Untuk Ibu, O Kasihan, dan Pitik Tjilik. Berkat lagu-lagu andalannya tersebut, suara merdu dari ketiganya pun mulai mendapat perhatian publik.

Kiprah karir dari Titi Qadarsih pun terus mendapat perhatian publik. Tak hanya bermodalkan suara yang merdua saja, paras cantik yang dimiliki oleh Titi Qadarsih pun mengantarkan dirinya untuk terjun ke dunia akting.

Artis kelahiran 22 September 1945 ini mengawali debutnya dalam dunia akting pada sebuah film yang berjudul Hantjurnya Petualang pada tahun 1966. Saat membintangi film pertamanya, usia Titi baru menginjak 21 tahun.

Peran serta Titi Qadarsih pada dunia perfilman Indonesia tidak berhenti sampai disitu saja. Terbukti pada tahun-tahun beriktunya Titi didapuk untuk membintangi sejumlah film diantaranya, Wadjah Seorang Laki-Laki (1971), Wulan di Sarang Penculik (1975), Bulu-bulu Cendrawasih (1978), Pacar Seorang Perjaka (1978), Buah Terlarang (1979), Jangan Kirimi Aku Bunga (1986), Jangan Ambil Nyawaku (1982), dan film terakhir yang dibintangi Titi sebelum dirinya tutup usia adalah Madre dan Main Dukun yang dirilis pada tahun 2013 dan 2014.

Berkat kepiawaiannya dalam berakting, Titi Qadarsih bahkan sempat masuk ke dalam nominasi Festival Film Indonesia, untuk kategori ‘Pemeran Pendukung Wanita Terbaik’ tahun 1982. Nominasi ini pun ia peroleh berkat aktingnya dalam film Jangan Ambil Nyawaku.

Meski dirinya sudah berkecimpung pada dunia akting, Titi Qadarsih juga masih menekuni bidang yang membawa dirinya ke dunia hiburan Indonesia, yakni bernyanyi. Titi Qadarsih sempat merilis album solo yang berjudul Oom Yance yang dirilis pada tahun 1976. Titi juga sempat berkolaborasi dengan banyak musisi dan penyanyi, salah satunya adalah Gombloh seorang penyanyi Indonesia.

Selama berkarir di dunia hiburan Indonesia, Titi Qadarsih juga sempat terjun ke dunia modeling. Bahkan dirinya sempat dijuliki sebagai ratu modeling Indonesia. Semasa hidupnya, Titi juga sempat menekuni dunia tari dan mendirikan Venus Girl Dance Group. Ia juga dikenal sebagai sosok wanita yang gemar berolahraga, terutama senam. Karena kecintaannya terhadap senam, Titi Qadarsih bahkan ditunjuk sebagai instruktur senam dan merilis sejumlah kaset senam yang bertajuk ‘Senam Sehat Bahagia.’

Titi Qadarsih, artis senior yang multitalenta ini menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Senin (22/10) kemarin. Kepergian Titi Qadarsih disebabkan oleh kanker usus yang ia derita. Kepergiannya meninggalkan duka dan kesedihan tak hanya bagi keluarga, namun bagi insan perindustrian hiburan Indonesia. Selamat jalan Titi Qadarsih, artis senior yang multitalenta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here