Jakarta, 19 September 2020 – Di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tidak menghalangi para masyarakat untuk mencari peluang bisnis maupun bertransaksi bisnis. Dengan pemanfaatan internet dan teknologi, IFRA hadir secara virtual melalui IFRA Virtual Expo 2020 yang menjadi wadah dan perantara antara pelaku bisnis dengan calon pelaku bisnis untuk bisa bekerjasama membangun sebuah usaha meskipun dari rumah atau tempat masing-masing.

IFRA Virtual Expo 2020 hadir selama tiga hari dari tanggal 18-20 September 2020 melalui IFRA Virtual Platform. Acara ini merupakan pameran virtual perdana dari Dyandra Promosindo bekerja sama dengan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI). Pameran lisensi dan waralaba yang melakukan transisi dari offline ke online ini merupakan bentuk adaptasi yang menghasilkan inovasi dengan menyelenggarakan pameran virtual.

“Di pameran IFRA ke-18 ini kita mengadakan pameran secara virtual karena harus menyesuaikan dengan keadaan pandemi saat ini. Kami tetap mengadakan pameran walaupun secara virtual untuk membantu para pelaku usaha, franchisor, franchisee agar bisa bertahan dalam menjalani usahanya. Di IFRA Virtual Expo ini kami sediakan wadahnya sebagai market place dan juga business matching agar para pelaku usaha dapat tetap berbisnis sehingga diharapkan roda perekonomian nasional dapat berputar seperti sedia kala,” tutur Anang Sukandar, Ketua AFI.

IFRA Virtual Expo 2020 mendapatkan dukungan dari pemerintah dengan adanya tiga kementerian yang turut berpartisipasi dan memberikan sambutan pada acara pembukaan di hari pertama, yaitu Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia juga memfasilitasi 35 pelaku usaha binaan untuk ikut serta dalam IFRA Virtual Expo 2020. Peserta pameran IFRA yang berasal dari kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) membuat pameran ini dilihat sebagai tempatyang tepat untuk mendorong para pelaku ekonomi lokal dalam mempromosikan dan mengembangkan produk mereka. Selain itu di pameran IFRA tersedia ragam bisnis lisensi, waralaba, dan business opportunity membuat pameran ini menjadi sarana yang tepat dalam mencari bibit usaha baru.

“Pada masa krisis ini pelaku usaha harus tetap semangat dan tidak bisa diam begitu saja serta harus mencari peluang usaha yang ada. Karena kami meyakini bahwa di setiap krisis timbul opportunity yang dapat dikembangkan menjadi suatu usaha yang sukses. Peluang usaha tidak hanya dengan mengembangkan bisnis yang sudah ada tapi juga mencari bisnis baru. Salah satunya di industri lisensi dan waralaba yang masih terus berkembang sampai saat ini. Untuk itulah IFRA Virtual Expo 2020 ini diadakan untuk menyediakan platform dalam mencari bibit usaha baru dan melakukan transaksi bisnis. Pameran ini menjadi sarana yang efektif dan valuable bagi para franchisor, licensor, dan pelaku usaha untuk berinteraksi dan mencari potential franchisor, licensor, dan investor,” ujar Susanty Widjaya CFE., Ketua Umum ASENSI.

Di hari kedua ini, di Main Stage menghadirkan bisnis waralaba unikdari RJ Steel membahas topik “Franchise Langka Pertama di Indonesia”, Boba Time yang mengangkat topik “Rekomendasi Peluang Usaha Minuman Boba Kekinian”, “Bisnis Lokal Menuju Global” dari Bebek Pak Ndut, “Saatnya Jadi Pengusaha Otomotif” dari Mr. Montir dan masih banyak lagi talkshow dari para pelaku usaha. Selain talkshow, di Main Stage juga menampilkan business presentation dari para peserta pameran, seperti Wakaka Group, Melia Laundry, Tirta Ayu Spa, Horison, dan Kebab Baba Rafi.

Sementara itu di Classroom menampilkan seminar dari para konsultan-konsultan bisnis dengan tiga topik berbeda yaitu “Mengembangkan Jaringan Franchise Bisnis Anda” dari Sarosa Consulting, “Branding in Franchise Industry” dari DK Consulting, dan “Memilih Franchise Untuk Memulai Bisnis Pribadi” dari BenWarg Consulting.

IFRA Virtual Expo 2020 masih akan berlangsung hingga besok (20/9). Pada hari terakhir, di Main Stage akan menampilkan talkshow dari lini bisnis yang unik seperti waralaba apotek dari K-24 yang membahas mengenai jenis usaha yang tetap bertahan di saat krisis hingga Klinik Rumah Sunatan yang akan membahas bisnis sunat dengan metode modern. Selain itu waralaba dari industri pendidikan juga akan hadir dari Enspire School Digital Art dengan topik “Peluang Pendidikan Untuk Masa Depan di Bidang 3D Animasi” dan dari Anomene Reading School yang juga membahas bisnis waralaba pendidikan 2020. Business presentation juga akan ditampilkan dari Bakmi Naga Resto, Air Minum Biru, Warung Koffiee Batavia, Nakamura, Bebek Pak Joss, Simply Fresh, Ohayo Drawing School, Bimbel Rangking dan Mie Batavia. Di hari ketiga ini juga akan ada IFRA Awards yang memberikan apresiasi kepada para peserta pameran.

Sesi di Classroom di hari ketiga juga akan menghadirkan topik-topik yang menarik untuk menambah wawasan mengenai dunia usaha. Topik-topik yang akan dibawakan antara lain adalah “Memilih Bisnis Franchise yang Tepat”, “Create Innovative Product/Service as Business Opportunity” dan “Langkah Mengembangkan Sistem Franchise”. Seminar di Classroom akan dibawakan dari para konsultan yang ahli di bidang usaha dan waralaba untuk membagikan tips dalam menjalani atau mengembangkan usaha.

“Kami telah menyiapkan serangkaian acara untuk melengkapi pagelaran IFRA Virtual Expo 2020 ini. Acara ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bisnis baik secara teori maupun praktik. Dengan adanya sharing session dan business presentation dari para pelaku usaha, semoga para calon pelaku usaha memiliki keberanian dan tergerak untuk segera memulai bisnis,” ujar Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here