Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan kalau keberadaan jenis bunga bangkai Amorphophallus gigas terancam punah. Seorang peneliti dari LIPI juga pernah mengatakan jenis bunga bangkai terancam punah karena sudah susah dicari di alam terbuka. Aktivitas manusia yang mengubah lahan hutan menjadi perkebunan pun menjadi faktor eksistensi bunga bangkai kian menyusut.

Sebenarnya, bunga bangkai Amorphopallus telah mekar di kebun Raya, Bogor. Dalam cuitannya, LIPI menyebut spesies bunga bangkai ini berasal dari Padang Sidempuan, Sumatera Utara dan pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor pada 4 Januari 2007.

Bunga bangkai berasal dari keluarga talas-talasan dan memiliki tonggol atau bagian yang menjulang tinggi ke atas dan biasanya menjadi pelindung saat sudah mekar. Bunga bangkai bisa tumbuh satu sampai tiga tahun tergantung besarnya umbi dan mekar.

Bunga Bangkai (Amorphophallus Gigas).

Masih dari cuitan LIPI, dituturkan kalau tinggi bunga bangkai dan tonggolnya bisa mencapai ukuran 4 meter karena terbantu oleh batang tinggi yang menopang bunga bangkai. Dan yang lebih menakjubkan lagi bunga bangkai dapat tumbuh sekitar 40 sampai 50 tahun lamanya.

Namun sangat miris, keberadaannya kini sudah terancam punah di Indonesia. sayangnya, hal ini terjadi karena ulah manusia yang memanfaatkan hutan untuk membuat lahan perkebunan terbuka, dan menebangi bunga bangkai bahkan membuangnya tanpa mereka tahu bahwa tanaman ini langka.

Bahkan, bukan hanya bunga bangkai saja yang terancam punah, Bunga Rafflesia Arnoldi, Edelweiss Jawa, Kantong Semar, dan Pohon Anggrek Tebu juga berstatus terancam punah. Sangat menyedihkan sekali melihat keberadaan tanaman langka di Indonesia ini terancam punah, lebih jauh lagi, seharusnya hal ini juga menjadi fokus bersama antara pemerintah dan warganya untuk menjaga dan melestarikan kekayaan alam di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here