Pernahkah kamu merasakan telinga berdengung? Suara ngiinggg… yang tiba-tiba muncul di telinga, kadang berskala rendah dan sebentar, namun kadang berskala tinggi dan cukup lama. Konon katanya, dengung tersebut terjadi karena ada orang yang entah di mana sedang membicarakan kita.

Mitos yang beredar di tengah masyarakat Indonesia, apabila telinga sebelah kanan berdengung ada orang yang sedang membicarkan hal yang baik-baik tentang kita. Tapi, apabila telinga sebelah kiri berdengung ada orang yang sedang membicarakan hal yang buruk-buruk tentang kita. Apakah kamu percaya mitos itu setiap telingamu berdengung?

Sebenarnya, anggapan seperti ini tidak hanya ada di Indonesia. Di Barat pun ada orang-orang yang mempercayai dengungan telinga disebabkan oleh adanya orang lain yang sedang membicarakan diri mereka. Bukan hanya menimbulkan dengung, mereka percaya bahwa dibicarakan oleh orang lain juga akan membuat telinga terasa gatal.

Ilustrasi Telinga Berdengung (Foto: Pixabay).

Kepercayaan bahwa dengungan berarti ada yang membicarakan kita ini ternyata sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam buku Natural History yang ditulis oleh Gaius Plinius Secundus lebih dari 2.000 tahun lalu kepercayaan ini ada dan berkembang menjadi mitos
yang tersebar luas.

Namun yang pasti, penjelasan di atas bukanlah penjelasan ilmiah. Karena dalam sains, dengungan telinga tidak ada hubungannya sama sekali dengan orang lain yang membicarakan kita. Karena, secara sains sensasi dan bunyi yang didengar oleh orang-orang yang mengalami dengung berbeda-beda. Tinggi rendahnya bunyi yang didengar, atau jenis bunyi yang terdengar ketika telinga berdengung ternyata dipengaruhi oleh detak jantung.

Jadi, telinga berdengung tanda kita sedang dibicarakan oleh orang lain itu adalah mitos belaka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here