Museum Di Tengah Kebun Kemang

Kawasan Kemang, Jakarta Selatan merupakan salah satu kawasan di Jakarta yang tidak pernah sepi dari hiruk pikuk manusia. Beragam bangunan mulai dari tempat makan, butik, diskotik, perkantoran hingga salah satu tempat tersembunyi berada di Kemang. Tempat tersembunyi itu adalah Museum Di Tengah Kebun, yang menjadi surga bagi para sejarahwan di kawasan Kemang.

Museum Di Tengah Kebun ini merupakan kediaman pribadi milik Sjarial Djalil, seorang kolektor benda antik dari berbagai belahan dunia. Beliau lahir di Pekalongan, 16 Maret 1940. Sedikitnya 2,841 koleksi barang antik dan bersejarah berhasil ia kumpulkan. Barang-barang antik ini berhasil ia peroleh dari hasil lelang yang kerap kali diselenggarakan melalui Balai Pelelangan Christie.

Museum Di Tengah Kebun Kemang

Memiliki banyak koleksi benda antik dari segala penjuru dunia, menjadikan kediaman pribadinya bak sebuah Museum tersembunyi di kawasan Kemang. Hingga pada akhirnya sekitar tahun 2009, Sjarial memutuskan untuk membuka kediaman pribadinya untuk umum. Dengan kata lain kediaman pribadinya kini menjadi sebuah Museum yang bisa dikunjungi oleh masyarakat.

Pada bagian luar bangunan sekilas hanya berupa rumah megah biasa tanpa terpikir kalau rumah ini adalah sebuah Museum. Pintu kayu yang menjadi pintu utama dibagian paling depan rumah pun menjadi awalan untuk melihat isi dari Museum Di Tengah Kebun. Untuk menandakan bahwa tempat ini adalah sebuah Museum, Sjarial pun memasang papan nama yang terletak di kedua sisi samping pintu masuk utama.

Sedikitnya tersedia 17 ruangan tersedia di Museum Di Tengah Kebun. Ruangan-ruangan tersebut juga dibagi ke dalam beberapa kelompok yang memiliki nama ruangan masing-masing. Sebelum memasuki bagian dalam, tepatnya di teras sudah disuguhkan dengan keberadaan barang antik berupa fosil kerang dari Maroko. Kabarnya fosil kerang ini berasal dari jaman Jurassic. Di samping fosil kerang terdapat koleksi antefik yakni hiasan yang letaknya berada di atas pintu dan jendela candi.

Museum Di Tengah Kebun Kemang

Untuk berkunjung ke Museum Di Tengah Kebun ini, pihak pengurus hanya membukanya setiap hari Sabtu dan Minggu saja tanpa dikenakan biaya masuk. Namun, jika ingin berkunjung sangat disarankan untuk melakukan konfirmasi kunjungan terlebih dahulu. Kabarnya, Museum Di Tengah Kebun ini hanya mengizinkan kunjungan dalam bentuk kelompok yang jumlahnya juga sangat dibatasi.

Sebagai Museum yang memiliki aneka ragam barang antik, para pengunjung juga dianjurkan untuk menitipkan barang bawaannya sebelum memasuki ruangan tiap ruangan. Selain itu, alas kaki yang digunakan juga dianjurkan untuk diganti dengan sandal yang sudah disediakan pihak Museum.

Ruangan pertama yang bisa dikunjungi adalah ruang Loro Blonyo. Penamaan ini lantaran pada ruangan tersebut terdapat patung loro blonyo yang memiliki arti sebagai pemberi keharmonisan bagi suami dan isteri. Ruangan kedua diberi nama Buddha Myanmar, dimana pengambilan nama ini dipilih dari nama arca Buddha keemasan yang terbuat dari kayu asal Myanmar.

Museum Di Tengah Kebun Kemang
Museum Di Tengah Kebun Kemang

Bukan hanya tiap ruangan saja yang dilengkapi dengan koleksi benda antik. Kamar mandi tamu pun juga dilengkapi dengan barang antik seperti wayang dan topeng kayu. Ruangan berikutnya bernama ruang Dewi Sri. Ruangan ketiga ini berisi barang-barang antik yang sangat dijaga dan dirawat.

Sebagai pemilik pribadi dari Museum Di Tengah Kebun, Sjarial pun memiliki misi untuk mengembalikan barang-barang bersejarah yang ia miliki kepada Negara. Hal ini juga yang membuat Sjarial rela untuk berburu barang-barang yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Museum Di Tengah Kebun ini terletak di Jalan Kemang Timur No.66. Jika Anda berminat untuk mengunjungi Museum ini, silahkan mampir dan membuat janji dengan pengurus Museum ya.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here