Bagi seorang ibu, saat liburan butuh persiapan dan keperluan yang dibutuhkan tentunya akan lebih banyak dari biasanya bila pergi bersama keluarga. Begitupun dengan Rahmi Hari, seorang ibu dengan 3 anak ini. Terbiasa dengan perjalanan liburan bersama keluarga membuat Rahmi yang akrab disapa Ina ini, menjadi lebih santai saat harus melakukan business trip keluar negeri. Ina yang juga merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta ini sering travelling untuk business trip yang merupakan bagian dari pekerjaannya. Salah satu negara yang pernah dikunjunginya adalah Myanmar. Lalu, bagaimana pengalaman Ina saat mengunjungi Myanmar? Yuk simak pengalamannya dibawah ini.

Myanmar, mungkin banyak sebagian orang yang tidak terpikir untuk pergi berlibur ke Negara tersebut. Namun hal itu tidak berlaku untuk Ina, yang ditengah-tengah kesibukannya sebagai seorang pekerja, kerap kali mengunjungi berbagai Negara. Kali ini Myanmar yang kedapatan untuk dikunjungi olehnya.

Selama di Myanmar, Ina memilih untuk menginap di sebuah hotel yang terletak di Yangon, Myanmar, yaitu Inya Lake Hotel. Hotel ini terletak dipinggir sebuah danau, yang pastinya memiliki pemandangan indah dari dalam hotel. Konon, arsitek dari Inya Lake Hotel ini merupakan seorang arsitek yang berasal dari Russia loh.

Hotel ini dilengkapi dengan kolam renang yang cukup luas. Pada bagian kamar di desain seperti ruangan kuno dengan lantai kayu, sehingga kamar ini terlihat sedikit spooky atau menakutkan, ditambah dengan lampu penerangan yang sedikit redup. Selain itu, Inya Lake Hotel juga memiliki jarak yang cukup jauh dari pusat kota, sehingga dirinya harus menggunakan mobil untuk bepergian keluar hotel. Tetapi tenang saja, Inya Lake Hotel tetap memiliki kelebihan dengan pemandangan yang asri penuh pepohonan. Bagi Anda yang ingin menginap di Inya Lake Hotel, cocok sekali suasana pagi hari untuk lari pagi disekitar danau hotel.

Shwedagon Pagoda (Foto: Rahmi Hari)

Berkunjung ke Myanmar menambah pengalaman baru dan mengasyikan bagi Ina. Selama disana, ia sempat mengunjungi Shwedagon yang dijuluki sebagai Pagoda Emas. Shwedagon merupakan sebuah stupa atau pagoda yang memiliki tinggi hingga 98 meter yang dilapisi oleh emas. Jika di Indonesia memiliki Candi Borobudur yang megah, maka di Yangon, Myanmar memiliki Shwedagon sebagai tempat wisata yang patut dikunjungi.

Shwedagon tak luput dari destinasi wisata wajib dikunjungi saat berada di Myanmar. Bagi Ina, Schwedagon merupakan sebuah tempat yang bisa membuat berdecak kagum, takjub, hingga tak sanggup mengeluarkan kata-kata karena kemegahannya. Untuk memasuki kawasan ini, para wisatawan diharuskan memakai celana panjang. Hal ini bertujuan untuk menghormati Sang Budha, akan tetapi bagi para turis tak perlu khawatir jika tidak mengenakan celana panjang. Disana, banyak para penyedia kain yang bisa disewa loh. Tetapi ada baiknya memang kalian yang ingin berkunjung ke Shwedagon ini sudah mengenakan celana panjang ya.

Myanmar adalah pengalaman yang tidak terbayangkan sebelumnya, menyimpan banyak keunikan yang tidak ada di negara lainnya – Rahmi Hari

Untuk membeli buah tangan, tersedia souvenir berupa batu giok dan teh tarik yang terkenal enak. Dari penelusuran Ina, harga giok yang ia beli termasuk murah dan terjangkau dibandingkan jika membeli giok di Jakarta. Salah satu tips kepada Anda calon pengunjung Myanmar dan Shwedagon, berkunjunglah pada malam hari, maka nuansa dan kemewahan dari Shwedagon akan semakin terlihat.

Rahmi Hari saat berpose di Shwedagon Pagoda (Foto: Rahmi Hari)

Begitulah pengalaman Ina selama berkunjung ke Myanmar, khususnya di kawasan Yangon. Bagi Anda yang ingin membagikan cerita dan pengalaman selama bepergian, boleh banget loh di share ke kami untuk di publikasikan. Kami tunggu pengalaman menarik dan berkesan Anda selama berlibur ya!

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here