Setiap bulan Ramadan tiba, salah satu aktivitas yang familiar sering kita dengar adalah ngabuburit. Lazimnya, kegiatan ngabuburit dilakukan sore hari seraya menunggu waktu berbuka. Kegiatan ngabuburit terasa sudah menjadi tradisi yang selalu dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia.

Istilah ngabuburit ini diketahui berasal dari bahasa Sunda, yakni burit atau sore hari menjelang magrib. Istilah ngabuburit pun kemudian kian populer dan tak hanya dipakai di daerah Jawa Barat yang didominasi oleh suku Sunda saja. Ngabuburit juga sudah menjadi tradisi di banyak daerah di Indonesia.

Namun bulan Ramadan kali ini memang sedikit berbeda dari bulan Ramadan sebelumnya. Akibat Covid-19, masyarakat pun diimbau untuk tetap di rumah saja. Hal ini tak lepas dari kebijakan social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang diterapkan pemerintah.

Kalau biasanya bulan Ramadan kerap diidentikkan dengan ngabuburit atau jalan-jalan sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba, kali ini mungkin akan sedikit berbeda. Bukan tidak bisa ngabuburit, hanya tempatnya yang berubah yaitu hanya dilakukan di rumah saja.

Kegiatan ngabuburit juga dapat berupa kegiatan keagamaan seperti mendengarkan ceramah atau pun mengaji.

 

(sumber : Liputan6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here