Jamur cordyceps dipercaya mampu mencegah bahkan mengobati virus Corona atau Covid-19.

Menurut Guru Besar Fakultas MIPA dan Pakar Biomolekuler Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., jamur cordyceps militaris atau biasa disebut jamur cordyceps, mampu mencegah bahkan mengobati virus corona atau Covid-19.

Jamur  ini sudah lama digunakan pada masyarakat Tibet, Tiongkok hingga Korea, sebagai pengobatan tradisional.

Jamur ini memiliki beberapa senyawa aktif yang berfungsi sebagai antivirus, sehingga berpotensi dapat mencegah bahkan mengobati virus corona atau Covid-19.

Jamur Cordyceps disebut memiliki kekuatan untuk memperbaiki sejumlah masalah kesehatan.

Bersumber dari Scientific American, cordyceps telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional China dan Tibet untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti gangguan pernapasan, hingga menjaga daya tahan tubuh.

Ada sekitar 400 spesies yang berbeda dari cordyceps dan banyak senyawa aktif biologis yang berbeda. Tetapi yang paling umum digunakan dalam pengobatan cenderung pada cordyceps sinesis dan cordyceps militaris.

Kedua jamur tersebut berbeda karena tidak hanya tempat serta cara pengembangbiakannya, namun juga mempengaruhi kandungan komponen yang ada pada keduanya. Meskipun keduanya sama-sama memiliki senyawa bioaktif, namun cordyceps militaris telah terbukti memiliki beberapa jumlah senyawa bioaktif yang lebih tinggi daripada cordyceps sinensis.

Adapun cordyceps militaris, dapat digunakan untuk stamina tubuh baik secara keseluruhan organ tubuh maupun organ vital. Beberapa penelitian menunjukkan cordyceps dapat merangsang sistem kekebalan tubuh dan mengobati gangguan pernapasan.

Apalagi di tengah cuaca tak menentu saat ini, virus dan bakteri sangat rentan menyerang tubuh, salah satunya terhadap organ pernapasan yaitu paru-paru atau infeksi saluran pernapasan lainnya.

Dalam salah satu jurnal internasional, terdapat penelitian pada manusia yang menunjukkan meningkatnya performa setelah mengonsumsi cordyceps, bahkan pada usia lanjut yang asupan oksigennya biasanya sudah terbatas. Dengan menguatnya sistem jantung dan pernapasan, maka oksigen ke darah, oksigen ke otot dan ekstraksi oksigen dari darah untuk menjadi Adenosine Tri-Phosphate (ATP) akan lebih mudah dan lancar.

Menurut Widodo, karena sifatnya yang multifungsi, jamur ini bisa digunakan baik untuk pencegahan maupun kuratif.

“Keunggulannya memiliki beberapa senyawa aktif, yang mana bekerja secara sistemik. Ada yang berfungsi sebagai antivirals, yang berpotensi diduga, berdasarkan studi informatik dan metadata yang kita lakukan, senyawa yang terutama tersusun dari polysaccharide biasanya menstimulasi imunomodulator atau peningkat daya tahan tubuh,” ujarnya saat diskusi online bersama PT Kalbe Farma Tbk, di Youtube Klik Dokter, Rabu 13 Mei 2020.

Senyawa aktif lainnya yang dimiliki oleh jamur cordyceps adalah kordisepin. Kordisepin ini memiliki struktur yang unik, di mana ada kesamaan dengan senyawa-senyawa antivirus yang sekarang ada di pasaran atau yang disebut nukleosit analog, yang berpotensi menghambat replikasi virus secara langsung.

“Senyawa ini juga memiliki fungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi, atau bisa bekerja secara sistemik multifungsi dan yang mana hal ini akan dapat memberikan benefit tersendiri. Karena salah satu hal yang esensial pada penyakit corona ini adalah munculnya badai sitokin. Dan badai sitokin ini cara menghambatnya adalah dengan menggunakan senyawa-senyawa atau herbal anti-inflamasi,” ujarnya.

Menurut Widodo, kordisepin sudah pernah diberikan pada manusia dan terbukti dapat menurunkan sitokin pro-inflamasi,dengan demikian, harapannya badai sitokin ini bisa dihambat.

Dengan banyaknya senyawa aktif yang terkandung dan berfungsi sebagai antivirus, lalu bagaimana cara menggunakan jamur cordyceps ini untuk mencegah dan mengobati Covid-19?

Widodo menambahkan beberapa referensi yang dia baca dan temukan, di China saat Pandemi COVID ini melanda di Wuhan khususnya dan terkait akan penanganan Covid-19 ini, penggunaan obat herbal dengan kandungan jamur cordyceps ini ke sebagian pasien memberikan dampak positif dalam hitungan jam ketika ada kombinasi antara obat modern dengan tradisional.

Hasilnya, pemberian jamur cordyceps dengan beberapa antivirus, ternyata dapat meningkatkan antivirus yang ada. Dengan demikian, jenis jamur ini bisa digunakan baik untuk pencegahan maupun pengobatan virus corona. Dan pencegahan maupun treatment bisa dilakukan dua-duanya.

Tapi kita harus hati-hati pada setiap pasien yang memiliki riwayat penyakit tertentu utamanya saat akan dikombinasikan dengan obat modern.

Di lain tempat,menurut Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma dr Helmin Agustina Silalahi sebagai tanaman obat tradisional, Cordyceps juga mengandung banyak nutrisi, seperti protein, asam amino esensial, peptida, vitamin (B1, B2, B12, E, K), asam lemak, dan mineral serta zat aktif cordycepin dan adenosine.

Zat cordycepin merupakan komponen bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan untuk meningkatkan imunitas dengan merangsang sel-sel dan bahan kimia tertentu dalam sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan konsumsi oksigen ke paru-paru. Sedangkan zat aktif adenosine berfungsi sebagai sumber energi.

“Gangguan pernapasan yang menyebabkan suplai oksigen berkurang seperti asma, bronkitis, dan penyakit paru lainnya seperti gangguan mukosa pernapasan pada perokok juga dapat dibantu dengan mengonsumsi cordyceps,” imbuhnya.

Selain itu, sebuah penelitian juga membuktikan bagaimana cordyceps efektif untuk mengatasi fibrosis yang terbentuk pada hati dan ginjal. Karena itu, mengonsumsi cordyceps juga dapat memelihara kesehatan hati dan ginjal.

Dan kabar baiknya, jamur cordyceps ini juga sudah bisa didapatkan di Indonesia.

So Sobat Kabarsidia, tidak ada salahnya bila kita melakukan tindakan pencegahan dengan mempersiapkan obat herbal yang memiliki kandungan jamur cordyceps ini di rumah kita masing-masing, karena selain untuk mengantisipasi dan meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh, jamur cordyceps ini juga bisa digunakan untuk membantu mengobati penyakit lainnya.

Mari kita sama-sama memerangi pandemi virus Corona ini.

 

Sumber : GHealth Indonesia, Detik.Com/Health.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here