Sejak virus corona mewabah di seantero dunia, penggunaan masker menjadi hal wajib yang harus dilakukan setiap orang untuk mencegah penyebaran virus mematikan itu. Stoknya diburu layaknya emas, harganya pun sempat melonjak tinggi dipasaran. Namun hal ini tidak menghalangi masyarakat untuk tetap membeli masker. Fungsinya jelas, tak hanya sebagai pencegah virus, dengan adanya masker memunculkan rasa aman bagi para penggunanya. Tak heran, penggunaan masker menjadi hal yang lumrah. Bahkan ketika pandemi ini nantinya berakhir, masker akan tetap menjadi komoditi primadona di pasaran.

Mewabahnya virus corona menimbulkan rasa khawatir berlebih di tengah masyarakat. Cepatnya penyebaran virus memperparah ketakutan ini. Berbagai pencegahan telah dianjurkan kepada masyarakat. Mulai dari menjaga jarak, menghindari keramaian, hingga menjaga kebersihan diri.

Merespon imbauan ini terjadi sebuah fenomena memprihatinkan di seluruh dunia. Seperti yang telah kita ketahui bersama, panic buying. Orang-orang berkerumun di pusat perbelanjaan, untuk mempersenjatai diri selama menjalani karantina di kediaman masing-masing. Kebutuhan pokok sampai kebutuhan penunjang kesehatan pun laris dibeli. Hasilnya, terjadilah kelangkaan yang membuat perbedaan nyata. Mana orang yang mampu, dan mana yang tidak.

Seperti di awal, masker mejadi salah satu buruan panas di saat pandemic ini menyebar. Semua orang berlomba untuk mendapatkannya, tak peduli seberapa mahal alat pelindung itu dijual. Satu hal yang pasti dengan adanya masker, rasa aman dari virus corona akan mudah untuk muncul. Proteksi maksimal dari masker bisa mengurangi sedikit kekhawatiran untuk terinfeksi.

Penggunaan masker pun telah diwajibkan. Meski pada awalnya pemangku kebijakan Republik ini memandang sebuah mata manfaat dari alat pelindung itu. Nyatanya mereka tak bisa mengelak ancaman dan pandemi yang terus mengkhawatirkan.

Meluasnya pemakaian masker menjadi hal yang wajib saat ini. Malah alat ini telah muncul sebagai simbil perlawanan untuk menumpas pandemic Covid-19. Kewajiban untuk memakai masker tak bisa ditawar lagi. Apalagi dengan kewajiban PSBB, kita akan mendapat teguran bila ketahuan tak memakai masker diluar rumah.

Sedangkan hal ini mejadi kenyataan baru bagi kehidupan manusia secara luas. Belum pastinya kapan pandemi ini akan usai, memancing sebagian orang untuk membuat prediksi baru tentang seperti apa kehidupan setelah pandemic ini berakhir.

Satu poin yang sangat mungkin terjadi adalah: masyarakat akan lebih waspada terhadap datangnya penyakit. Kewaspadaan ini akan bermuara pada kebiasaan untuk hidup lebih bersih dan sehat. Aktivitas mencuci tangan akan menjadi rutinitas baru, dan lebih menjaga pola makan yang lebih sehat.

Hal tersebut membuat orang lebih sadar untuk menjaga kesehatan, yang ujungnya untuk menjamin keselamatan diri. Untuk mendukung upaya ini, kita harus berkontribusi dengan tetap menjaga tubuh agar lebih sehat, mengonsumsi makanan sehat dan vitamin , dan tentunya selalu memakai masker kemanapun kita pergi. Bagaimana dengan Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here