Pantjoran Tea House

Berkunjung ke kawasan Kota Tua, tepatnya Glodok memang tidak akan pernah habis dari suasan jadul dan klasik khas peninggalan sejarah. Bangunan-bangunan bersejarah yang sudah hadir sejak zaman peninggalan Jepang hingga Belanda pun masih tetap berdiri kokoh di kawasan Glodok. Salah satu bangunan yang masih kokoh berdiri ialah sebuah gedung yang terletak di sebrang Glodok City. Bangunan jadul tersebut ialah Pantjoran Tea House.

Kedai teh yang terletak di kawasan Glodok ini adalah Pantjoran Tea House. Dimana sebelum menjadi sebuah kedai teh, tempai ini merupakan sebuah apotek yang hadir sejak jaman penjajahan Jepang. Apotek tersebut bernama Apotek Chung Hwa.

Apotek Chung Hwa

Pengenalan teh di Indonesia sendiri dibawa oleh Andreas Cleyer, seorang ahli botani dan Japanolog yang bekerja untuk VOC. Ia membawa bibit teh ke Indonesia dari Jepang pada tahun 1684. Sementara itu bangunan yang menjadi tempat Pantjoran Tea House ini didirikan pada tahun 1928.

Sebelum resmi menjadi kedai teh, tepatnya pada masa penjajahan. Tempat ini di diami oleh sepasang warga Tionghoa yakni Kapiten Gan Djie. Bersama dengan sang isteri tercinta, Kapiten Gan Djie memiliki kebiasaan unik, yakni meletakan delapan teko berisi air teh yang diperuntukan bagi para pejalan kaki yang melintasi kediamannya.

Pantjoran Tea House Sebelum Di Renovasi

Keberlangsungan delapan teko berisi air teh ini pun dilanjutkan oleh Lin Che Wei, seorang keturunan Tionghoa yang mendirikan Apotek Chung Hwa. Di tangan Lin Che Wei, tradisi tersebut pun masih diteruskan.

Sejak dibangunnya Apotek Chung Hwa, kawasan ini sempat kosong dan tidak dilakukan perawatan. Gedung ini sempat kosong di tahun 1997 hingga akhirnya pada tahun 2015 gedung ini pun dijadikan tempat untuk ngeteh di kawasan Glodok. Tempat ngeteh inilah yang dikenal sebagai Pantjoran Tea House.

Interior Pantjoran Tea House

Ketika masuk ke dalam Pantjoran Tea House, Anda akan disuguhkan dengan desain interior bernuansa China, mulai dari lampion hingga ornament hiasan dinding. Selain menyediakan aneka ragam teh, Pantjoran Tea House juga menjual tea pot yang disesuaikan dengan shio.

Selain ornamen bernuansa China, Pantjoran Tea House juga memiliki pemandangan yang indah apabila Anda memilih untuk duduk di lantai dua. Pemilihan meja dan kursi yang juga terkesan klasik pun menambah kesan bahwa Panjtoran Tea House merupakan saksi sejarah dari lahirnya kedai teh di Indonesia.

Interior Pantjoran Tea House

Salah satu menu andalan yang disajikan di Pantjoran Tea House adalah teh kristanemum. Selain dapat mencicipi aneka ragam teh, Anda juga bisa mencicipi aneka makanan mulai dari nasi goreng hingga dimsum udang.

Pantjoran Tea House terletak di Jalan Pancoran Raya No. 4-6, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat. Untuk jam oprasional dari Pantjoran Tea House sendiri mulai dari jam 10:00 hingga 21:00 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here