Menyambut era New Normal yang sedang akan datang, semua pihak sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi tatanan hidup yang berbeda dari sebelumnya. Pemerintah dalam hal ini sedang menyiapkan berbagai kebijakan, salah satunya adalah Kementrian Perhubungan yang akan meluncurkan aplikasi Lacak Covid-19 atau disingkat L-Cov. Nantinya aplikasi tersebut memiliki fungsi untuk melacak penyebaran virus corona yang bisa digunakan oleh pengguna dan operator transportasi umum.

Pemerintah melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementrian Perhubungan dikabarkan akan meluncurkan aplikasi Lacak Covid-19 atau L-Cov. Seperti namanya, aplikasi tersebut nantinya berfungsi untuk melacak penyebaran virus corona dikawasan Jabodetabek. Nantinya aplikasi tersebut bisa digunakan pengguna atau operator transportasi umum.

Dilansir dari Kompas.com, aplikasi L-Cov memiliki fitur yang bisa memetaka daerah yang masuk dalam zona merah virus corona. Hasilnya bisa menjadi informasi bagi para pengguna transportasi umum yang akan melalui daerah tersebut. Selain itu, aplikasi L-Cov dilengkapi dengan fitur deteksi kondisi fisik.

Aplikasi L-Cov rencananya akan diluncurkan pada 10 Juni mendatang, nantinya aplikasi tersebut bisa diakses melalui ponsel pintar dengan basis sistem operasi Android. Para penggunanya bisa mengunduh aplikasi tersebut melalui Google Play Store.

Seperti aplikasi lainnya, pengguna yang mengunduh aplikasi L-Cov akan diwajibkan melakukan registrasi dengan memasukkan data identifitas diri, nomor telepon seluler, alamat domisili dan membuat kata sandi. Berikutnya, pengguna diharuskan memasukkan kode verifikasi yang sebelumnya telah dikirimkan ke nomor telepon seluler pengguna melalui pesan singkat.

Setelah menyelesaikan registrasi, pengguna akan diminta untuk melakukan diagnose mandiri dengan menjawab beberapa pertanyaan yang terkait dengan gejala yang dirasakan, riwayat pertemuan dengan pasien Covid-19 dan riwayat perjalanan. Hasil jawaban dari pengguna akan diolah sistem untuk mendeteksi apakah pengguna tergolong orang yang berpotensi terjangkit Covid-19 atau tidak.

Selain itu, aplikasi L-Cov juga memberikan informasi apakah daerah tempat tinggal pengguna tergolong dalma zona merah covid-19 atau tidak. Aplikasi tersebut juga didukung oleh data yang disalurkan oleh Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sehingga dengan adanya aplikasi L-Cov bisa menjadi sumber informasi bagi masyarakat yang berpergian di tengah pandemic Covid-19.

 

foto: Vantage

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here