Generasi 70’ hingga 80’ masih ingat dengan kehadiran grup musik orkes yang di gawangi oleh Jhonny Iskandar? Yap benar sekali grup tersebut adalah Pengantar Minuman Racun atau yang lebih dikenal dengan nama OM PMR. Grup yang terkenal dengan lagu-lagu yang nyeleneh ini masih tetap eksis meski Jhonny Iskandar sudah tidak bergabung dengan OM PMR.

Baca Juga: LaLaLa Festival 2019: Festival Musik Hutan Terbesar Yang Pernah Ada

Terbentuknya OM PMR ini bermula ketika sekelompok remaja SMA di kawasan Jakarta Selatan gemar bersenandung dan bernyanyi bebas saat sore hari. Mereka adalah Jhonny Iskandar (vokal), Imma Maranaana (bass), Yuri Mahippal (mandolin dan cuk),  Ajie Cetti Bahadur Syah (perkusi), Boedi Padukone (gitar), dan Harri Muka Kapphour (gendang).

OM PMR secara resmi pun terbentuk pada tahun 1977. Namanya langsung melejit lantaran tampil di radio Prambors. Bahkan, OM PMR pun menjadi salah satu orkes band yang turut meramaikan tur dari Warkop DKI. Secara tidak langsung, keterlibatan OM PMR dalam rangkaian tur Warkop DKI ini menjadi titik balik masa karir cerah dari OM PMR.

Sebelum menggunakan nama Pengantar Minuman Racun, mendiang Dono Warkop DKI sempat memberikan nama nyeleneh untuk Jhonny CS. Nama tersebut adalah Orkes Moral Kurang Gizi, namun nama tersebut tidak disetujui. Lalu muncullah nama Orkes Moral Irama Teler Pengantar Minuman Racun, atau disingkat OM ILER PMR. Saat itu lah nama Orkes Pengantar Minuman Racun dipilihnya dengan ditandai pembelian nasi padang di depan studio radio Prambors.

Baca Juga:5 Penyanyi Cilik Era 1970-an Yang Paling Melekat Di Hati

Jhonny Iskandar yang merupakan ikon dari OM PMR pun memiliki peran penting sebagai vokalis. Di kenal dengan gayanya yang kerap kali memakai kaca mata bolong, Jhonny Iskandar pun menjadi daya tarik tersendiri atas besarnya nama OM PMR.

Grup orkes ini pun juga dikenal dengan beragam lagunya yang nyeleneh dan kerap kali mengundang gelak tawa. Sebut saja lagu berjudul Judul-Judulan, Bintangku Bintangmu, dan sederet lagu lainnya yang juga memiliki lirik nyeleneh.

Selain memiliki lirik yang mengundang gelak tawa, OM PMR juga tampil dengan penuh humor yang membuat para penonton tidak bosan untuk menyaksikan penampilan mereka. Tak sedikit penonton yang menyaksikan penampilan dari OM PMR pun bergoyang meliukkan badannya mengikuti irama musik.

Karir dari OM PMR ini sempat diwarnai dengan selisih paham antara Jhonny Iskandar dan anggota lainnya. Jhonny dikabarkan kerap mangkir dan mengesampingkan OM PMR. Saat itu Jhonny mulai terjun untuk bersolo karir, sehingga waktunya bersama OM PMR sedikit terganggu. Polemik ini pun mengakibatkan vakumnya OM PMR dari industri musik Indonesia.

Memiliki masa rentan vakum yang cukup lama, akhirnya pada tahun 2014 Jhonny Iskandar pun kembali bersama dengan OM PMR. Mereka pun merilis sebuah lagu berjudul Topan (Tato atau Panu). Lagu terbaru tersebut merupakan lagu milik grup band Naif yang berjudul Posesif, yang digubah oleh OM PMR.

Tidak hanya merilis sebuah lagu saja, OM PMR juga merilis mini album dengan tajuk Orkeslah Kalau Bergitar. Pada mini album ini, diwarnai dengan penggubahan lagu-lagu milik band-band Indonesia lainnya, seperti Naif, Seringai, dan juga Efek Rumah Kaca. Lagu gubahan tersebut antara lain Cinta Melulu, Topan, Time Is Money, dan juga Mengadili Persepsi.

Pada 2018 lalu, OM PMR merilis dua buah lagu baru yang berjudul Engkong dan Temen Gue. Kedua lagu ini OM PMR rilis tanpa kehadiran dan keterlibatan Jhonny Iskandar sebagai vokalis. Pasalnya, Jhonny telah memutuskan hengkang dari OM PMR. Meski Jhonny Iskandar sudah tidak tergabung dalam formasi OM PMR, karir dari grup orkes ini pun tetap eksis dan mampu bersaing dengan sejumlah musisi baru yang hadir di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here