Kemunculan permainan ular tangga berawal sejak abad ke-13. Permainan ini pertama kali dikenalkan oleh masyarakat India, yang dikenal dengan nama Vainkuntapaali. Permainan yang dilakukan oleh minimal 2 orang ini mengajarkan kita tentang kesabaran. Bahkan di India, permaian ini dikenal untuk mengajarkan karma loh. Kok bisa mengajarkan tentang karma? Yuk simak ulasannya dibawah ini!

Baca juga: Bagi Psikologis Anak, Ada Makna Dibalik Permainan Petak Umpet

Vainkuntapaali atau ular tangga hadir di India pada abad ke-13. Mulanya, Vainkuntapaali ini muncul untuk mengajarkan moralitas dan spiritualitas. Hal ini jelas tergambar pada papan permainan ular tangga yang menampilkan tangga dan ular. Saint Gyandev adalah orang dibalik munculnya Vainkuntapaali.

Penggambaran tangga pada permainan ini dapat mewakili sebagai sifat baik seperti kemurahan hati, iman, dan kerendahan hati. Begitu pun dengan ular yang menggambarkan tentang amarah, pembunuhan, nafsu, hingga pencurian.

Dalam papan permainan ular tangga, gambar ular jauh lebih banyak dibandingkan gambar tangga. Hal ini tentunya memiliki maksud dan tujuan yang berarti dan mengandung pesan bagi kehidupan. Salah satunya sebagai pengingat bahwa jalan menuju kebaikan lebih sulit dari pada jalan menuju kejahatan dalam berbuat dosa.

Selain dikenal dengan nama Vainkuntapaali, permainan ular tangga juga dikenal dengan nama Moksha Patam. Seiring berjalannya waktu, permainan Vainkuntapaali atau ular tangga ini di kenalkan ke Inggris. Pengenalan ini dibawa oleh para penjajah Inggris, yang kemudian di Negara tersebut dikenal dengan nama The Ladder to Salvation.

Tak hanya menyebar ke Inggris saja, permainan ular tangga ini juga menyebar hingga ke Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, permainan ular tangga tidak lagi identik dan menggambarkan ajaran Hindu. Amerika Serikat mengubah permainan ular tangga dengan menggantinya menjadi perosotan dan tangga, yang dikenal dengan nama Chutes and Ladders.

Baca juga: Digandrungi Anak Perempuan, Inilah Fakta Menarik Permainan Hula Hoop

Meskipun demikian, kehadiran permainan ular tangga ini menjadi salah satu penghilang rasa jenuh dikala sibuk dengan segala aktifitas. Di Indonesia, permainan ular tangga kerap kali di temukan bersamaan dengan permainan monopoli atau ludo. Papan ular tangga biasanya terletak di bagian belakang permainan monopoli atau ludo. Dengan menggunakan dadu, maka permainan ular tangga sudah bisa dilangsungkan oleh minimal 2 pemain. Jadi ingin bermain ular tangga ya. Apakah Anda masih suka bermain atau menyimpan permainan ular tangga ini?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here