Pada tahun 1980-an terdapat istilah Porkas yang cukup trendi dan terkenal dikalangan masyarakat Indonesia. Generasi 80-an pasti sudah mengenal istilah Porkas, ini adalah sebuah kegiatan undian atau lotre. Porkas atau kegiatan semacam lotre selalu dijadikan sebagai sebuah hiburan, namun tidak di Indonesia karena tidak sesuai dengan budaya dan kultur bangsa.

Baca juga: Timor Putra Nasional, Mengenang Mimpi Mobnas Gaya Orde Baru

Tetapi siapa yang menyangka kalau undian seperti lotre di jaman 80-an dulu sempat menjadi hal yang legal di Indonesia. Bahkan sebagian dana undian diperuntukkan untuk pembangunan. Tentunya, semua dilakukan berdasarkan proses sehingga sistemnya tidak sama dengan perjudian. Meski dilakukan menggunakan aturan-aturan dan tata cara yang ada, sistem undian Porkas ini akhirnya dicabut pada masa kepemimpinan Soekarno. Alasannya hanya satu, yaitu lantaran dinilai merusak moral dan merugikan masyarakat.

Namun siapa yang mengira, di bulan Desember tahun 1985 muncul lagi sebuah undian skala nasional yang menggunakan insting dan keberuntungan untuk memenangkannya. Menurut beberapa sumber, Porkas sendiri dinilai bukan sebuah judi melainkan murni undian kalau dilihat dari sistemnya. Meskipun banyak yang tidak sependapat dengan hal itu, tentu semua tergantung pada pendapat masing-masing.

Bahkan, saat menjamurnya Porkas waktu itu lahir dari undang-undang resmi No 22 Tahun 1954 mengenai undian. Begitu pun aturan yang mengikatnya, pasalnya tidak seperti lotre yang bisa dibeli siapa saja dan dari kalangan mana saja, namun harus melewati syarat khusus. Salah satunya, Porkas tidak dijual di areal pedesaan dan daerah-daerah miskin, melainkan hanya tingkat kabupaten.

Harga untuk kupon undian Porkas dijual dengan harga lima ribu rupiah dan sepuluh ribu rupiah dengan nominal hadiah yang berbanding luar biasa. Untuk kupon jenis A dijual dengan harga lima ribu rupiah dan bisa mendapatkan hadiah undian sampai 1 milyar. Sedangkan, kupon jenis B dijual dengan harga 3,6 juta rupiah. Dan yang boleh membelinya hanya seseorang yang sudah berusia 17 tahun ke atas.

Baca juga: Daihatsu Taft “Kebo” F50 (1979) – Pernah Jadi Jawara Offroad Dekade 80-an

Siapa sangka kalau dulu Indonesia juga sempat mengalami masa di mana undian yang cenderung pada judi menjadi hal yang legal. Memang kalau yang seperti ini sejatinya sudah ada sejak zaman penjajahan, namun demikian judi serupa lotre akhirnya dicabut pada masa kepemimpinan Soekarno. Alasannya satu, lantaran dinilai merusak moral dan merugikan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here