Review Film Gundala
Review Film Gundala

Jagat Bumi Langit Studios sudah memulai langkahnya dengan memperkenalkan superhero asli Indonesia, Gundala. Film yang memakan banyak perhatian masyarakat Indonesia ini, sudah bisa disaksikan di bioskop Indonesia mulai hari Kamis (29/8). Sebagai superhero pertama Indonesia, sebarapa baguskah film Gundala ini? Mari simak ulasan dan sedikit review dari kabarsidia.

Berangkat dari sebuah komik karya Harya Suraminata (Hasmi), Gundala merupakan superhero dengan kekuatan petir. Berkisah tentang perjalanan seorang anak bernama Sancaka (Abimana Arysatya). Ia hidup di garis kemiskinan bersama ayah dan ibunya. Ayahnya seorang buruh pabrik yang hampir setiap hari berdemo menuntut keadilan.

Review Film Gundala
Review Film Gundala

Suatu hari, ayahnya di jebak hingga menyebabkan ayahnya tewas terbunuh. Sancaka dan ibunya yang hidup serba kesusahan. Ibunya terpaksa pergi meninggalkan Sancaka untuk mencari nafkah. Namun, setelah berhari-hari Ibunya tak kunjung datang, sehingga Sancaka harus berjuang melanjutkan hidup dan pergi dari rumah.

Sedikit berbeda dari film terdahulunya, Gundala yang dikemas apik oleh Joko Anwar kali ini tidak menggambarkan sosok Sancaka sebagai seorang peniliti atau insinyur. Sancaka hanya digambarkan sebagai orang biasa yang bekerja menjadi petugas keamanan.

Review Film Gundala
Review Film Gundala

Dari segi alur cerita, Joko Anwar tidak bertele-tele dengan drama kehidupan Sancaka. Penggambaran tempat, pemilihan tokoh, hingga tone dari film Gundala terasa pas dan nyaman untuk dilihat.

Abimana sebagai sosok Sancaka bisa dibilang aktor yang tepat dan mampu menyatu dengan sosok Sancaka yang lugu. Tiap-tiap aktor yang berperan bekerjasama dengan baik, terutama sosok Pengkor yang diperankan oleh Bront Palarae.

Review Film Gundala
Review Film Gundala

Saya mungkin salah satu orang yang menjadikan Pengkor sebagai aktor favorite di film Gundala ini. Bront sukses menjadi musuh Abimana dengan cara yang tidak berlebihan.

Selain itu, film Gundala juga menyajikan pesan sosial dan juga kehidupan yang terjadi di Indonesia. Mulai dari kemiskinan, kekerasan, penindasan hingga keadilan yang tabu bagi rakyat tak mampu.

Review Film Gundala
Review Film Gundala

Terlepas dari kesuksesan Gundala sebagai superhero Indonesia pertama, film ini juga memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki. Salah satu yang mendasar adalah efek CGI yang masih kasar. Ya maklum biaya CGI itu cukup mahal, jadi hal ini dirasa masih bisa dimaklumi.

Film ini asik untuk dinikmati, sayang untuk dilewatkan, patut diapresiasi. Joko Anwar sukses membuktikan bahwa Indonesia bisa membuat film bagus dan layak untuk genre superhero.

Oh ya di film ini juga akan ada mid scene yang patut untuk di tunggu hingga habis. Pasalnya, mid scene ini akan menjadi penentu yang tak terduga tentang jagat Bumilangit Cinematic Universe (BCU). Untuk score, Gundala layak mendapat nilai 4/5 sebagai pembuka superhero Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here