Susan..Susan..Susan kalau besar mau jadi apa? Ingat sepenggal lirik lagu yang di nyanyikan oleh Ria Enes dan boneka lucunya bernama Susan? Setiap kali ditanyakan oleh Kak Ria Ernes, Susan akan menjawabnya dengan keinginannya menjadi seorang dokter. Lagu yang menemani generasi 90’an ini secara tidak langsung akan terkenang dan menjadi pertanyaan yang kerap kali di lontarkan oleh guru, maupun orang-orang di sekitar kita semasa kecil.

Baca juga: Oshin, Kisah Perjuangan Gadis Cilik Yang Mengharu Biru

Saat duduk di bangku sekolah dasar (SD), peran dari seorang guru memang paling mendominasi perkembangan otak dan kecerdasan kita. Kerap kali sang guru tercinta menanyakan kepada kita, apa cita-cita kita saat sudah dewasa nanti? Tentu yang akan terjawab adalah menjadi seorang guru, dokter, polisi, hingga menjadi seorang astronot.

Kenapa profesi tersebut menjadi pilihan dari anak-anak? Khsusunya kita saat masa anak-anak? Hal ini tentu di dasari dengan mulianya dari masing-masing profesi tersebut. Dokter dengan kemuliaannya mengobati orang sakit, polisi dengan seragam khas dan keberadaannya yang ada di jalan-jalan, guru yang kita lihat setiap kali saat berada di sekolah, hingga astronot yang bekerja untuk menuju ke bulan.

Cita-cita semasa kecil itulah yang membuat kita terpacu untuk giat belajar hingga mendapat prestasi yang bagus saat di sekolah. Kita bahkan secara tidak langsung berlomba-lomba agar terpacu untuk menjadi yang nomor satu demi mewujudkan cita-cita tersebut.

Sayangnya cita-cita semasa kecil itu hanyalah isapan jempol belaka. Nyatanya ketika kita sudah menginjak usia dewasa, keinginan untuk menjadi orang-orang mulia tersebut sirna. Mulai dari biaya kuliah yang mahal, hingga ketidak sanggupan kita untuk mewujudkan cita-cita semasa kecil tersebut.

Itulah cita-cita, dapat berubah seiring berjalannya waktu dan kondisi. Tak akan ada yang pernah tahu akan menjadi apa kita saat dewasa nanti. Mungkin saja menjadi seorang pengusaha sukses atau memang sebagian ada orang-orang yang dapat mewujudkan cita-cita semasa kecilnya.

Terlepas dari berhasil atau tidaknya kita dalam mewujudkan cita-cita, jika kita mengenang kembali keinginan semasa kecil pastinya ada rasa bangga sekaligus lucu jika kita mengingatnya kembali. Jika dulu kita sempat dituntun untuk menjadi sesorang sesuai keinginan orang tua kita, kali ini di masa yang semakin maju dan berkembang, banyak orang tua yang membebaskan anak-anaknya untuk berkreasi dan menemukan jati dirinya sendiri.  Namun perlu di perhatikan, jangan terlalu membebaskan anak-anak Anda dalam mengerjakan sesuatu sesuai keinginannya. Peran serta dari orang tua sangatlah berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak-anaknya. Jadi, apa cita-cita mu semasa kecil dulu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here