Jangan salah tanggap! Biasanya orang-orang menilai binatang Buaya sebagai perlambang bagi seseorang yang tidak bisa setia pada satu pasangan. Eits! Kamu salah. Sebenarnya buaya adalah simbol dari kesetiaan, karena binatang buaya cukup kawin satu sekali saja seumur hidupnya.

Tapi kali ini kabarsidia bukan membahas binatang buaya lebih jauh, tapi dalam konteks yang lain. Adalah roti buaya, tentu kamu tahu dan sering melihat roti buaya kan? Bentuknya memang persis seperti binatang buaya, tapi ini bisa dimakan lho!

Roti buaya keberadaannya sudah ada sejak jaman dulu, biasanya ditemukan dalam acara-acara adat Betawi. Seperti acara pernikahan, karena masyarakat Betawi meyakini kalau roti buaya sebagai simbol kesetiaan dan kesabaran.

Roti buaya yang biasa dijadikan sebagai serah-serahan dalam acara pernikahan adat Betawi.

Keberadaannya di acara pernikahan sebagai salah satu bawaan yang dibawa saat acara serah-serahan atau pernikahan, diharapkan sebagai doa agar pasangan dapat setia dan bersama selama seumur hidup.

Roti buaya juga diharapkan sebagai simbol kesabaran dalam menghadapi permasalahan yang ada dalam rumah tangga. Nilai kesabaran tersebut diambil berdasarkan perilaku buaya yang selalu sabar dalam mengintai saat memburu mangsanya hingga lengah.

Jika dibawa dalam acara adat, roti buaya harus selalu dalam kondisi mulus dan tidak boleh rusak sama sekali hingga sampai ke tangan mempelai wanita. Ukuran roti buaya juga dipercaya berkaitan dengan nasib rumah tangga pengantin tersebut. Makin keras dan makin besar roti buaya, maka itu akan semakin baik.

Tradisi membawa roti buaya dalam acara adat masih terus berlangsung hingga saat ini. Bahkan, beberapa resto juga menyediakan menu roti buaya sebagai cemilan ringan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here