Kawasan Sarinah merupakan salah satu saksi dari pertumbuhan Jakarta yang dikelilingi oleh bangunan megahnya. Di kawasan ini, terdapat satu bangunan yang menjadi gedung pencakar langit pertama di pusat kota. Ya, tempat itu adalah gedung Sarinah.

Pembangunan gedung Sarinah ini merupakan ide brilian dari Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Bermula ketika Presiden Soekarno kembali ke Indonesia selepas mengunjungi berbagai Negara. Selama di luar negeri, beliau melihat gedung-gedung tinggi sebagai pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi oleh banyak orang.

Baca Juga:HERO – Perintis Ritel Modern Pertama di Indonesia

Sepulang dari tugasnya tersebut lah Presiden Soekarno menginginkan bangunan tinggi yang serupa untuk didirikan di Indonesia. Keinginan dari orang nomor satu di Indonesia itu pun akhirnya terwujud. Pada tahun 1962 tepatnya 17 Agustus, gedung pencakar langit pertama di Jakarta pun didirikan. Pembangunan ini dilakukan pasca Indonesia mengalami masa sulit, dimana daya jual beli masyarakat merosot secara drastis.

Gedung pencakar langit pertama di Jakarta itu pun dibangun dari uang hasil rampasan penjajahan pemerintah Jepang. Dengan uang hasil rampasan itulah gedung pencakar langit ini bisa berdiri megah dengan tinggi 74 meter dan 15 lantai. Peresmian gedung Sarinah ini pun dilakukan pada 15 Agustus 1966 dengan nama PT Departement Store Indonesia.

Pada masa itu juga gedung Sarinah sudah dilengkapi dengan fasilitas yang luar biasa, seperti tangga berjalan dan juga lift. Tentu saja hal ini dianggap baru dan tidak pernah ada sebelumnya oleh masyarakat Jakarta.

Meski diresmikan dengan nama PT Departement Store Indonesia, masyarakat Indonesia lebih mengenalnya dengan nama Sarinah. Nama Sarinah yang terkenal dikalangan masyarakat Jakarta ini diambil dari nama Ibu asuh Presiden Soekarno, Sarinah.

Gedung Sarinah pun mulai banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat jual-beli. Dimana proses jual-beli bisa dilakukan dengan nyaman di tempat yang bersih dan terjamin kualitasnya. Bahkan bukan hanya sebagai tempat jual-beli saja, Sarinah pun merambat menjadi tempat ekspor dan impor barang-barang, distributor tempat penyewaan ruangan, hingga perhotelan.

Tahun 1984, gedung pencakar langit pertama di Jakarta itu dilanda musibah. Sebuah kebakaran besar menimpa gedung Sarinah. Kebakaran melahap lantai enam hingga keatas bangunan tersebut.

Kini, Gedung Sarinah masih kokoh berdiri tegak meski sudah dikelilingi banyaknya gedung pencakar langit lainnya. Sarinah tetap menjadi incaran warga untuk berburu barang dengan harga murah dan mutu terjamin. Sarinah tetap mempertahankan visi misi yang dicanangkan oleh Presiden Soekarno.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here