Memiliki slogan “tempat persinggahan orang-orang penting” menjadikan Savoy Homann Hotel yang berada di Jalan Asia – Afrika nomor 112, Bandung, Jawa Barat sebagai salah satu Cagar Budaya. Saat tim kabarsidia.com memasuki pintu utama Hotel Savoy Homann kami langsung disambut dengan keharuman bunga yang sangat menyegarkan. Wewangian ini berasal dari bunga-bunga asli seperti bunga kenanga, bunga lily, dan bunga krisan yang selalu diganti setiap harinya.

Sebelum menjadi hotel, tempat ini adalah rumah yang sudah ada dari tahun 1871 dari sebuah keluarga berkebangsaan Jerman bernama Mr. Homann. Bentuknya masih seperti rumah panggung yang dibangun dari bambu, dan jauh dari kesan mewah. Tidak seperti sekarang, Hotel Savoy Homann sudah mengalami perubahan desain interior yang menjadikan hotel ini memiliki nuansa vintage classy di tahun 1939.

Dari tahun 1939 hingga saat ini belum ada lagi perubahan desain interior di Hotel Savoy Homann. Itu berarti, sudah 79 tahun bangunan hotel Savoy Homann tidak mengalami perubahan lagi. Meski begitu, selama 79 tahun bangunan ini tetap kokoh dan terlihat indah jika ditelusuri dengan bermalam disini.

 

Hotel yang berkonsep Heritage Art & Deco ini menjadi hotel pusat destinasi di Bandung, karena Hotel Savoy Homann masuk ke dalam satu-satunya hotel yang dinobatkan sebagai Cagar Budaya Kota Bandung yang perlu dilestarikan. Selain itu, menilisik kembali ke belakang, hotel Savoy menjadi tempat diselenggarakan Konferensi Asia Afrika yang pertama tahun 1955.

Para presiden dan perdana menteri bermalam di hotel ini. Sesuai dengan slogannya, orang-orang penting yang pernah bermalam disini adalah Presiden Soekarno, Perdana Menteri India ke-1 Jawaharlal Nehru, dan tokoh dalam dunia perfilman yang juga terkenal yaitu Charlie Chaplin pun pernah bermalam di Hotel Savoy Homann pada sekitar tahun 20-an.

 

Di Hotel Savoy Homann Bandung terdapat 185 kamar, dengan 5 tipe kamar seperti Deluxe, Executive, Junior Suit, Suit, dan Homman Suit. Ada yang spesial dari salah satu kamar disini, yaitu Homman Suit yang pernah dijadikan kamar menginap bapak Presiden Soekarno. Kamar tipe ini juga dibuka untuk umum, bisa disewakan dengan harga 5.000.000 rupiah per malam. Kalau untuk tipe Deluxe di harga 1.200.000 per malam.

 

Selain itu, yang unik lainnya dari Hotel Savoy Homann adalah menu makanan yang disediakan. Dari zaman Belanda ada jenis makanan yang bernama Rijstaffel, makanan khas Belanda. Terbuat dari bahan makanan Indonesia namun disajikan seperti cara menyajikan Rijstaffel ala Belanda yang menjadi salah satu makanan favorit keluarga Homann. Maka dari itu, jenis makanan ini dijadikan salah satu menu makanan unik yang disajikan khusus di Hotel Savoy Homann.

Hotel Savoy Homann sendiri hanya berada di Bandung saja, dan menjadi hotel yang paling bersejarah di Bandung sehingga dijadikan cagar budaya. Bagaimana? Tertarik mempelajari sejarah sambil bermalam di hotel bintang 4 ala jaman bersejarah ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here