Salah satu band rock yang menjadi sejarah dari runtuhnya tembok Berlin pada 1989, yakni Scorpions, memang telah resmi menyatakan bubar pada 2010 lalu. Namun bubarnya Scorpions tak menghilangkan jejak keemasan dari band asal Jerman ini. Tembang-tembang Scorpions hingga kini masih sering diperdengarkan, terutama bagi Anda yang besar di era 80/90-an.

Debut keemasan Scorpions mencapai puncaknya di era 80-an, saat Perang Dingin antara AS/Eropa Barat dan Uni Soviet telah mencapai titik akhir. Lagu Wind of Change dengan lantang berkumandang, sebagai bentuk dari curahan hati masyarakat Eropa, khususnya Jerman tempat asal Scorpion berasal.

Terbentuk pada tahun 1965 oleh Rudolf Schenker yang juga sebagai rythm gitar serta penulis lirik lagu Wind of Change. Rudolf yang saat itu baru berusia 17 tahun mendirikan sebuah band pertama bersama dengan Wolfgang Dziony yang mengisi posisi drum. Band itu diberi nama Nameless. Pada tahun 1969, barulah Klaus Meine sang vokalis utama bergabung bersama dan sepakat merubah nama Nameless menjadi Scorpions, sebagai band rock saat itu.

Tak hanya mereka bertiga saja, Lothar Heimberg (Bass), Karl Heinz Follmer (Lead Gitar) dan terakhir Michael Schenker yang merupakan adik kandung dari Rudolf Schenker. Album pertama yang berhasil mereka rekam saat itu adalah Taken by Force sekitar tahun 1971. Namun, album pertama mereka tidak berjalan dengan mulus. Di Jerman, jenis musik rock kurang begitu diminati, sehingga Scorpions memutuskan untuk berkarir di luar Jerman. Jepang dan Amerika- lah yang mereka pilih untuk berkarir. Marquee Club London, menjadi sejarah kesuksesan Scorpions di panggung musik rock internasional.

Scorpion Concert Tour (Source: the-scorpions.com)
Scorpion Concert Tour (Source: the-scorpions.com)

Scorpions bukan hanya sekedar band rock belaka, mereka adalah sekumpulan keluarga yang berjuang untuk meraih kesuksesan dan mengejar mimpi. Jerman, negara asal dari Scorpions sendiri pun menunjukan kritik pedasnya terkait aliran musik dan pelafalan bahasa inggris mereka yang dinilai buruk. Namun Scorpions tidak tinggal diam, mereka membuktikan dengan mengadakan rangkaian tour konser di berbagai negara.

Bongkar pasang personil pun sempat dialami oleh Scorpions. Michael Schenker memutuskan untuk hengkang dan bergabung bersama UFO, dirinya digantikan oleh Uli Jon Roth. Bersama dengan Roth, Scorpion berhasil mengelurkan 4 album, Fly To The Rainbow (1974), In Trance (1975), Virgin Killer (1976) dan Taken by Force (1977). Bersama dengan Roth, Scorpion pun melaksanakan rangkaian tour di Eropa maupun Jepang.

1975, karir keemasan Scorpions pun semakin terlihat. Mereka mengadakan rangkaian tour di Inggris, dan tampil di sebuah club legendaris di Liverpool, Cavern Club. Mereka pun berhasil mencuri perhatian penggemar di Inggris saat itu. Tampil di tempat terkenal di London, yakni Marquee adalah titik puncak kesuksesan Scorpions pada pertengahan tahun 1970-an.

Album keempat mereka yang bertajuk Virgin Killer berhasil memenangkan penghargaan ‘LP of The Year’ di Jerman. Sementara di Jepang, Virgin Killer berhasil dianugerahi sebagai Japanese Gold Disc Award. Bersama dengan Roth, Scorpions pun berhasil meraih kesuksesannya. Sayangnya, Roth memutuskan untuk hengkang dari Scorpions saat sukses melaksanakan tour maupun penjualan di Jepang, dengan sebelumnya Scorpion merilis Tokyo Tipes yang merupakan double live album mereka saat melakukan rekaman di Tokyo. Tokyo Tipes berhasil menjadi salah satu karya yang sangat dihargai di seluruh dunia.

Tahun 1979, Michael memutuskan untuk kembali bergabung bersama dengan Scorpions setelah dikeluarkan dari UFO akibat kecanduannya dengan alkohol. Saat itu juga Scorpions merilis ‘Lovedrive’, dan mulai menjalankan rangkaian tour konser di Amerika untuk pertama kalinya. Album ketujuh, Lovedrive ini pun di rilis di Amerika Serikat, dan berhasil mendapatkan penghargaan Gold Disc Award untuk pertama kalinya. Sejak saat itulah nama Scorpion kembali memuncak, khususnya di Amerika.

Karir keemasan Scorpions terjadi pada tahun 1980-an, dimana mereka kembali menggelar konser kedua di Amerika Serikat, dan memperkenalkan lagu ‘No One Like You’ pada album Blackout LP kepada publik. Album ini juga berhasil meraih penghargaan sebagai album hard rock terbaik dan mendapatkan platinum disc award.

Scorpion Concert Tour (Source: the-scorpions.com)
Scorpion Concert Tour (Source: the-scorpions.com)

Pada tahun 1988, Scorpions memberanikan diri untuk berkarya dengan musik rock di negara yang mereka sendiri meragukan kesuksesannya. Amerika dan Asia yang menjadi negara tempat mereka berkarir dan mencuri perhatian dengan musik rock gaya khas Scorpions. Scorpions juga menjadi band rock pertama yang menjelajah negara yang diragukan oleh sebagain besar musisi lainnya.

Banyaknya tour dan album yang Scorpions ciptakan menjadikan mereka sebagai salah satu musisi rock ternama di dunia. Pada tahun 2015, Scorpions mengadakain rangkaian tour reuni sebagai bentuk perayaan 50 tahun berkarir di industri musik, khususnya rock. Bentuk perayaan tersebut tentunya diperuntukan untuk penggemar Scorpions era lama dengan era yang baru. Mereka juga kembali merilis album baru yang berisikan lagu-lagu lama yang diaransemen ulang. Total sudah 26 album yang berhasil Scorpions rilis baik bentuk pembaruan atau album baru.

Tahun 2018 ini, Scorpions masih melangsungkan rangkaian tour konser reuni mereka yang bertajuk ‘Crazy World Tour’, yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu. Menurut website resmi mereka, konser mereka akan berakhir pada 12 November 2018 di Auckland, New Zealand.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here