Pada era 1970 hingga 1980’an, masyarakat Indonesia  pada masa tersebut belum mengenal Jet Pump sebagai alat pompa air. Di era tersebut, masyarakat Indonesia lebih mengenal dan menggunakan Pompa Air manual sebagai penghasil air bersih. Salah satu merek terkenal dan ternama pada masa itu ialah Pompa Air Dragon.

Pompa Air Dragon banyak di gunakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya di pedesaan yang belum terjangkau dengan listrik. Era tersebut masyarakat Indonesia juga sangat akrab dengan kepemilikan sumur pribadi. Dimana cara penggunaannya harus ditimba menggunakan ember hingga ke dasar mata air. Sejak kehadiran Pompa Air Dragon ini, masyarakat pun perlahan-lahan mulai meninggalkan tradisi menimba. Mereka beralih ke alat yang lebih praktis dengan pompa air manual.

Kehadiran Pompa Air Dragon seolah menjadi primadona alat bantu air manual bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Penggunaan dan cara pemakaiannya yang cukup praktis ini, menjadikan Pompa Air Dragon sebagai ikon legendaris dari pompa air manual.

Pompa Air Dragon ini di lengkapi dengan tuas, yang berfungsi untuk memompa air secara manual. Tak hanya dilengkapi dengan tuas, Pompa Air Dragon ini juga di lengkapi dengan piston. Piston adalah benda pendorong yang akan menaikan air ketika tuas di tekan ke bawah.

Secara garis besar, cara pengoperasian Pompa Air Dragon ini cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Pertama, tuas harus di angkat ke atas agar piston bergerak ke bawah dasar ruangan pompa. Hal ini bertujuan untuk jalur masuknya air yang akan memenuhi ruang pompa.

Lalu ketika tuas ditekan ke bawah, piston akan bergerak ke atas bersamaan dengan naiknya air yang akan keluar dari corong pompa. Begitu pun seterusnya cara penggunaan Pompa Air Dragon pada era 1970 hingga 1980’an.

Berbicara mengenai pompa air, tahukah Anda siapa orang yang pertama kali menemukan alat pompa air di dunia? Dia adalah Al-Jazari, seorang ilmuan pada abad ke-12. Al-Jazari yang tinggal dan bekerja di Mesopotamia ini merupakan salah satu ilmuan terhebat pada masanya, ia mendapat gelar  Rais Al-A’mal yang menandakan bahwa dia adalah pemimpin insinyur. Saat itu, ia bekerja pada masa Dinasti Bani Artuq, yang merupakan penguasa wilayah Mesopotamia.

Daerah tempat asal dan bekerjanya tersebut di kenal sebagai daerah yang gersang dan tandus. Hal ini membuat Al-Jazari tergerak untuk menciptakan penemuan baru. Ia pun membuat sebuah mesin pompa air tradisional, yang ia kembangkan dari mesin air yang sudah ada, yakni Shaduf dan Shaqiya. Shaduf merupakan dua balok panjang yang ditopang dengan dua pilar kayu. Sementara Shaqiya adalah mesin bertenaga hewan yang bergerak menggunakan dua roda gigi.

Al-Jazari yang merupakan seorang ilmuan cerdas pun memadukan keduanya ke dalam satu alat temuannya. Ia berhasil membuat mesin pompa air manual dengan roda gigi, dan memaksimalkan penggunaan dua buah balok tanpa tenaga hewan.

Tidak hanya menemukan alat pompa manual saja, dirinya bahkan mengembangkan penemuannya secara luar biasa. Ia menciptakan roda gigi berputar secara terus menerus. Penemuannya ini pun di jadikan dasar pengembangan untuk pembuatan alat-alat dengan mesin modern.

Tahun 1206, Al-Jazari membuat sebuah buku berjudul ‘al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal”. Buku ini berisikan kumpulan teori dan praktik dari metode mekanik yang pernah ia ciptakan. Total terdapat sedikitnya 50 lebih penemuan mekanik yang telah ia ciptakan.

Nah bagaimana nih tentang informasi yang sudah di jabarkan di atas? Apakah Anda termasuk ke dalam generasi pengguna Pompa Air Dragon? Ataukah Anda masuk ke generasi Nimba? Yuk bagikan cerita dan pengalaman Anda bersama Pompa Air Dragon.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here