Jadi apa benar perempuan bicara lebih banyak kata perharinya dibanding pria? Hal sepele ini mungkin menjadi stereotip yang melekat berpuluh-puluh tahun sejak manusia mengenal ilmu dan perbandingan. Terlepas dari kebenarannya, ternyata banyak penelitian yang berusaha menguatkan dugaan ini.

Manusia hidup berjuta-juta tahun dan nampaknya tahu secara alamiah bagaimana cara perempuan berbicara sehari-hari. Mayoritas terkenal dapat bicara panjang lebar, lugas, tidak menahan tanya, dan dapat meluapkan emosinya ke dalam sebuah bahasa dengan fasih. Penampakan ini jelas berbeda dengan gaya berbicara pria pada umumnya terlihat lebih menjaga kehangatan serta kedalaman, menunggu momen untuk bicara dan lebih memilih menyembunyikan emosi ketimbang bercurah hati dengan sejawat.

Dalam sebuah buku berjudul The Female Brain yang ditulis Louanne Brizendine pada 2006, dia menulis bahwasannya wanita bicara 13.000 kata lebih banyak dibanding pria dalam per harinya. Lebih lanjut kesimpulan tersebut memaparkan jika wanita pada umumnya berbicara kurang lebih 20.000 kata perharinya, sedangkan pria maksimal berbicara 7000 kata perhari. Masih dari kesimpulan yang dibuat Brizendine, perbedaan drastis jumlah kata dalam sehari antara perempuan dan pria tersebut disebabkan oleh senyawa protein khusus yang terdapat pada otak, bernama FOXP2. Dijelaskan jika protein FOXP2 merupakan protein bahasa menstimulasi pola bicara serta kemampuan linguistik manusia. Dalam otak perempuan protein FOXP2 punya kadar gula kali lipat lebih banyak dibanding pria.

Pendapat Brizendine mungkin acap kali jadi tumpian banyak orang menstereotipkan perempuan lebih cerewet ketimbang pria. Namun, banyak pula yang membantah apa yang dituliskan oleh Brizendine. Salah satunya penelitian seorang pakar linguistic bernama Deborah James dan seorang sosisolog bernama Janice Drakich yang melakukan penelitian pada gaya percakapan antar gender sejak 1993. Penelitian keduanya mengungkapkan jika pria dewasa bisa bicara lebih aktif ketimbang perempuan jika dalam kondisi psikis tertentu.

 

Sumber: Vantage

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here