Masa keemasan musik metal di Indonesia sempat diramaikan dengan kehadiran grup band EdanE. Grup band metal ini pun meramikan era 1990-an dengan musik-musiknya dengan lirik nyeleneh dan berani. Bukan hanya lirik dan musiknya saja yang di nilai berani, EdanE juga dikenal sebagai grup yang hobi bongkar pasang personil selama berkarir.

Perjalanan EdanE dibelantika musik Indonesia diawali dengan terbentuknya sebuah projek bernama E & E. Saat itu Eet Sjahranie dan Ecky Lamon memutuskan membentuk proyek duo bersama. Namun sayang, proyek duo tersebut tidak berlangsung lama, hingga akhirnya E & E bubar.

Pada tahun 1991, barulah Eet Sjaranie bersama Ecky Lamon membentuk sebuah band. Saat itu Eet mengisi posisi gitar dan Ecky sebagai vokalis. Keduanya pun kedatangan anggota baru, yaitu Fajar Satriatama sebagai drummer dan Iwan Xaverius sebagai bassist.

EdanE (Foto: @edane_official)

EdanE Dikenal Sebagai Band Yang Kerap Kali Bongkar Pasang Vokalis

Satu tahun kemudian, EdanE pun merilis sebuah album perdana bertajuk The Beast (1992). Sayangnya keberlangsungan Ecky bersama EdanE tidak berlangsung lama. Ecky memutuskan untuk hengkang dari band yang sejak awal ia bentuk bersama Eet. Posisinya pun digantikan oleh Hari Batara, atau akrab dikenal dengan nama Ucok.

Bergabungnya Ucok ke dalam formasi EdanE tak lantas membuat keanggotaan EdanE lengkap. Ucok memutuskan untuk hengkang, mengikuti jejak Ecky. Posisinya pun digantikan oleh Trison, mantan vokalis band Roxx. Pemilihan Trison untuk mengisi kekosongan EdanE ini melalui sebuah proses audisi ketat yang dilakukan hingga dua tahap.

Band yang populer dengan lagu Kau Pikir Kaulah Segalanya ini kembali harus kehilangan sang vokalis. Tepatnya pada tahun 2003, Trison meninggalkan grup EdanE. Tak berlangsung lama, EdanE pun kembali menemukan vokalis baru. Dia adalah Robby, mantan vokalis Razzle Band. Robby dikenal sebagai vokalis yang kerap kali menyanyikan lagu-lagu milik Guns N Roses, sehingga karakternya cukup kuat bagi keberlangsungan EdanE.

ku akui kau memang manis tapi kau iblis…
kau pikir kaulah segalanya tuk dimaklumi
dan juga tuk ditakuti walau mempesona membutakan mata
tapi bisa kubalas kau lebih gila..
Selama berkarir sebagai musisi tanah air, EdanE sudah merilis sedikitnya enam buah album. The Beast (1992), Jabrik (1994), Borneo (1996), 9299 (1999), 170 Volts (2002), dan Time To Rock (2005). Enam buah album dengan bongkar pasang personil, khususnya posisi vokalis tidak membuat EdanE kehilangan para penggemar.

Baca Juga : Panbers – Pandjaitan Bersaudara Yang Dipandang Sebelah Mata

Sebelum merilis album Time to Rock (2005) karir EdanE sempat meredup. EdanE hilang dari peredaran dan permusikan Indonesia. Secara resmi pada tahun 2010, EdanE muncul dengan formasi barunya. Mereka adalah Eet, Fajar, Ervin (vokal), Hendra (gitar) dan Oktav (Bass). Bergabungnya Ervin sebagai vokalis dari EdanE, seolah membawa angina segar dan peruntungan.

Ervin yang memiliki kemampuan bernyanyi dengan nada tinggi dan juga growl, di rasa pas menggantikan vokalis terdahulu untuk melengkapi posisi EdanE. Keberuntungan ini seolah tak henti di terima oleh grup EdanE. Mereka berhasil dilirik oleh sebuah label rekaman ternama untuk musik rock, Log Zhelebour.

Bersama dengan Log Zhelebour, EdanE kembali merilis album ke-7 yang bertajuk Edan. Sayangnya keberlangsungan musik rock di Indonesia tidak semulus yang diperkirakan. Para pecinta musik pun mulai beralih ke genre lain, dan perlahan melupakan genre rock. Dampaknya ialah Log Zhelebour tidak berani untuk mengorbitkan mereka lebih jauh lagi.

Kini, EdanE berjalan dengan sendirinya tanpa ikatan kontrak dengan pihak manapun. Meski demikian EdanE masih tetap mendapat tawaran manggung diberbagai kesempatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here