Menjelang hari raya Idul Fitri, aneka makanan ringan akan mulai menghiasi ruang tamu setiap rumah. Tak ketinggalan dengan kehadiran kaleng merah legendaris, Khong Guan. Kepopuleran dari kaleng merah biskuit Khong Guan ini tak lepas dari sejarah yang cukup panjang. Hingga akhirnya Khong Guan menjadi salah satu pilihan biskuit oleh masyarakat Indonesia.

Perusahaan biskuit yang legendaris ini bermula pada tahun 1947 yang didirikan di Singapore. Perusahaan biskuit ini didirikan oleh kakak beradik, Chew Choo Keng dan Chew Choo Han. Khong Guan pun masuk ke pasar Indonesia pada tahun 1970 dengan nama Khong Guan Biscuit Factory Indonesia. Sejak melebarkan pasarnya ke Indonesia, Khong Guan fokus dengan produknya berupa biskuit, wafer, dan waferstik.

Sebelum populer dengan penggunaan kaleng merahnya, Khong Guan terlebih dahulu menggunakan wadah plastik bening untuk menaruh aneka wafer dan biskuit. Namun, seiring berjalannya waktu penggunaan wadah plastik tersebut dirasa kurang efisien karena mudah rusak. Hingga pada akhirnya Khong Guan pun merubah kemasannya menjadi kaleng berwarna merah.

Baca Juga:Diskotek Tanamur – Gemerlap Tempat Hiburan Malam Pertama di Jakarta

Dalam satu paket biskuit yang berada dalam satu kaleng merah Khong Guan, terdapat berbagai macam pilihan biskuit yang bisa disantap. Mulai dari wafer, cookies, cream filled sandwich, shortcake biscuit, dan juga krackers. Namun diantara banyaknya pilihan tersebut, hanya wafer lah yang menjadi favorit dan rebutan di kalangan anak-anak.

Untuk menambah daya tarik pembeli, Khong Guan juga menggunakan selogan yang melekat dibenak masyarakat Indonesia, yaitu Tak Asing Lagi dan Tak Ada Duanya. Tidak berhenti sampai disitu saja, Khong Guan juga identik dengan kaleng merahnya yang legendaris. Mengapa demikian? Pasalnya selain menggunakan kaleng merah, tampilan desain yang ditawarkan juga cukup menarik, yaitu menampilkan kebersamaan seorang ibu dengan dua orang anaknya di meja makan.

Tentu saja kaleng merah legendaris Khong Guan tersebut menjadi perbincangan netizen yang menanyakan keberadaan Ayah dari kedua anak tersebut. Bahkan, pihak Khong Guan sempat ingin mengadakan perlombaan meme atas desain kemasan kaleng merah Khong Guan. Tetapi sayangnya rencana tersebut tidak terjadi.

Dia lah Bernadus, seorang seniman yang mendapat tawaran untuk mendesain kemasan kaleng merah Khong Guan. Tawaran untuk mendesain kemasan ini berasal dari sebuah perusahaan sparasi warna yang saat ini sudah tutup. Ide awal pembuatan dari desain fenomenal tersebut rupanya datang dari pihak Khong Guan, yang kemudian oleh Bernadus dilakukan re-desain kemasan.

Bernardus Prasodjo

Terlepas dari ramainya perdebatan tentang desain kemasan kaleng merah Khong Guan, sebagai perusahaan biskuit ternama, Khong Guan pun kembali melebarkan sayapnya dengan membentuk sebuah brand baru dengan nama lain, seperti Nissin, Monde dan Serena. Ketiga brand baru itulah yang kemudian terus dikelola dan dikembangkan sebagai inovasi dari Khong Guan.

Pemilihan inovasi ini tentunya tidak semata-mata untuk mempertahankan eksistensi Khong Guan saja. Melalui strategi pemasaran yang tepat sasaran, Khong Guan yang diperuntukkan untuk kalangan kelas menengah bawah, Nissin untuk kalangan menengah dan sementara Monde untuk kalangan atas. Dengan demikian market yang dituju oleh Khong Guan akan tepat sesuai sasaran.

Hingga saat ini produk Khong Guan masih sangat dicintai dan menjadi pilihan biskuit pelengkap saat Hari Raya Idul Fitri tiba. Namun jangan sampai Anda terkena perangkap ya, kaleng merah Khong Guan ini juga kerap kali diisi dengan rengginang, kerupuk, atau bahkan kacang-kacangan loh. Pernah mengalami hal demikian?

Baca Juga Artikel Terkait:

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here