Sejarah Panjat Pinang (Sumber: Komunitas Historia)
Sejarah Panjat Pinang (Sumber: Komunitas Historia)

Panjat pinang salah satu jenis perlombaan yang kerap kali hadir dan menemani perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di bulan Agustus, tepatnya setiap tanggal 17 Agustus. Perlombaan ini merupakan salah satu jenis lomba yang menjadi favorit oleh beberapa orang. Namun, dibalik keseruan dari lomba panjat pinang, ada sisi sejarah yang kelam bagi masyarakat Indonesia.

Kehadiran lomba panjat pinang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, kurang lebih sekitar tahun 1917 hingga 1930-an. Pada masa tersebut Kolonial Belanda dengan sengaja mengadakan perlombaan dengan panjat pinang bagi pribumi.

Dengan menggunakan pohon pinang yang tinggi serta dilumuri oleh oli atau bahan pelicin, warga pribumi dengan semangat menaklukan pohon pinang tersebut demi mendapatkan hadiah. Saat itu hadiah yang terpasang di ujung pohon pinang berupa bahan-bahan pokok seperti beras, celana, baju dan lain-lain.

Barang-barang yang terpasang di puncak pohon pinang itulah yang membuat pribumi berlomba untuk mendapatkannya. Pemilihan barang-barang tersebut sebagai hadiah lantaran pada masa itu, kebutuhan tersebut sangatlah penting dan juga menjadi barang mewah bagi warga pribumi.

Sejarah Panjat Pinang (Sumber: Komunitas Historia)
Sejarah Panjat Pinang (Sumber: Komunitas Historia)

Selama perlombaan berlangsung, penduduk Hindia Belanda hanya menyaksikan sambil tertawa layaknya menyaksikan sebuah pertunjukan hiburan karena seringnya warga pribumi terjatuh akibat pohon pinang yang licin.

Di lansir dari komunitas historia, sejumlah petisi atas larangan perlombaan panjat pinang sudah pernah dilakukan. Sejak tahun 2000-an, banyak petisi dan permohonan atas peniadaan lomba panjat pinang pada setiap perayaan 17 Agustus. Hal ini dianggap akan memudarkan rasa semangat nasionalisme dan patriotisme anak muda dengan ditandai oleh rendahnya kesadaran sejarah.

Jika kita melihat sejarah yang panjang tentang asal usul panjat pinang dan juga perlakuan Hindia Belanda, tentu saja perlombaan ini tidak akan pernah dilakukan lagi. Sayangnya, perlombaan panjat pinang di setiap perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini masih saja dijadikan perlombaan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Panjat pinang lebih dikenal dengan unsur dan nilai tolong menolong, sehingga perlombaan ini masih kerap kalo hadir serta meramaikan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lalu, bagaimanakah seharusnya perlombaan pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Tentunya haruslah jenis perlombaan yang dapat mengedukasi generasi penerus bangsa. Bisa saja lomba menyanyikan lagu-lagu nasionalis, lagu daerah hingga mengenal nama-nama pahlawan Indonesia yang mungkin saat ini sudah banyak yang melupakannya. Jadi, jangan ada lomba panjat pinang Agustus nanti ya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here