Pada era 1950-an siapa yang tak mengenal aktris cantik nan seksi Marilyn Monroe? Karakternya yang khas dengan rambut pendek pirang bergelombang serta tahi lalat di pipi menambah kesan manis pada wajah perempuan bernama asli Norma Jeane Mortenson, atau lebih dikenal dengan nama Marilyn Monroe. Pada era itu, Marilyn Monroe menjadi aktris dan model Hollywood populer dan memiliki bayaran yang paling tinggi diantara aktris-aktris lainnya.

Baca Juga : Bianca Adinegoro dari dunia Modeling hingga kecintaan-Nya pada dunia Modeling

Ia memulai karirnya dalam beberapa judul film yang di produksi oleh Twentieth Century Fox dan Columbia Pictures. Marilyn Monroe merupakan aktris ikonik legendaris hingga saat ini, meskipun Ia sudah meninggal sejak 5 Agustus 1962 silam tetapi namanya masih tetap menarik perhatian publik. Bahkan, dari beberapa perempuan dan laki-laki banyak yang mengidolakan sosok Marilyn Monroe yang cantik dan seksi serta lembut, benar-benar menggambarkan sosok perempuan sesungguhnya.

 

Marilyn Monroe dianggap sebagai perempuan paling cantik di seluruh dunia hingga saat ini. Tetapi bagi sebagian orang, banyak yang belum mengetahui kisah hidup Marilyn Monroe yang cukup mengharu biru sebagai aktris Hollywood. Dalam buku berjudul Marilyn in Manhattan: Her Year of Joy, mengungkapkan penderitaan Marilyn Monroe selama hidup di Hollywood. Memang benar ungkapan yang mengatakan Tak semua yang bersinar itu emas benar adanya. Marilyn Monroe hidup dengan berlimpah kekayaan dan berada di puncak popularitas, justru merasa tidak bahagia. Mengapa?

Kisah Hidup Marilyn Monroe Justru Terungkap Lewat Sebuah Buku;

Dalam buku yang berjudul Marilyn in Manhattan: Her Year of Joy terungkap bahwa Marilyn Monroe sempat berada dalam titik nadir karena perannya sebagai ‘wanita pirang yang bodoh’. Pada usia 28 tahun, Marilyn Monroe menjadi artis yang dibayar rendah dan kerap kali dihina. Marilyn Monroe sering bermain dalam film-film yang menampilkan kebodohannya. Sejak muncul di karya yang dianggap picisan itu, Marilyn Monroe mendapatkan sebutan sebagai perempuan yang tak berkelas hingga Pekerja Seks Komersial.

Sebenarnya, Marilyn Monroe ingin menunjukkan kerja kerasanya sebagai seorang aktris. Sayangnya, imej sebagai wanita bodoh telah terlalu melekat. Buktinya, Marilyn Monroe bekerja dengan sangat keras di setiap karya yang dibintanginya. Salah satunya, mencoba adegan beberapa kali untuk menghasilkan gambar yang sempurna. Namun Marilyn Monroe tetap saja menjadi bahan ejekan. Marilyn Monroe sempat merasa tertekan. Ia bahkan sampai harus mengonsumsi obat tidur untuk dapat membuatnya tenang dan tidur nyenyak.

Di Titik Nadir, Marilyn Monroe Membuat Pelarian;

Pada tahun 1954, Marilyn Monroe sempat melarikan diri ke New York, Amerika Serikat, dengan menyamar menjadi orang lain. Ia memakai rambut palsu agar tak dikenali. Kemudian Marilyn Monroe tinggal di New York selama 14 bulan, dan rajin berolahraga di Central Park. Ia kerap kali berkencan dengan banyak pria. Namun pada suatu malam Ia jatuh ke pelukan cinta sejatinya, Joe DiMaggio yang akhirnya menjadi suaminya. Perjalanan pernikahan Marilyn Monroe dan Joe DiMaggio tidak berjalan mulus, mereka harus menghadapi kenyataan akan perceraian pernikahan.

Akibat terlalu depresi dengan beragam spekulasi yang berkembang saat dirinya menjadi bintang Hollywood paling terkenal, sisi psikologis Marilyn Monroe terganggu yang mengharuskan Ia mengonsumsi beberapa obat-obatan penenang. Bukan kebahagian Ia dapati saat berada di puncak popularitas dengan segala kesempurnaan uang berlimpah dan wajah cantik serta tubuh yang seksi, Marilyn Monroe justru merasa sebaliknya.

Kisah haru perjalanan karir Marilyn Monroe berakhir saat dirinya meninggal dunia di usia 36 tahun karena overdosis barbiturate di rumahnya di Los Angeles. Meskipun kematian tersebut dinyatakan sebagai tindakan bunuh diri, beberapa teori konspirasi muncul dalam beberapa dekade setelah kematiannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here