Pada era 1990-an, belantika musik dunia di warnai dengan grup vokal yang beranggotakan sekelompok laki-laki dengan wajah yang tampan, dengan kemampuan bernyanyi dan menari. Grup vocal tersebut lebih dikenal dengan istilah boyband. Bagi generasi 90-an, boyband yang saat itu paling ternama adalah saat kemunculan Westlife, Boyzone, hingga Blue.

Baca juga: Westlife Kembali Lagi dalam Sebuah Reuni dan Tampil di Acara K-Pop

Nama Blue lebih dikenal oleh generasi 90-an pasca Westlife mulai meredup. Boyband yang beranggotakan keempat pria tampan, yakni Antony Costa, Simon Webbe, Duncan James, dan Lee Ryan ini pun mulai dikenal pada tahun 2000-an.

Berasal dari Inggris, Blue pun merilis beberapa lagu hits andalan yang langsung mendapatkan penghargaan Multi Platinum berkat album pertama mereka, dengan single hits andalan berjudul All Rise. Pada album pertama Blue, tidak hanya lagu All Rise saja yang menjadi hits dikalangan para penggemar, lagu dengan judul If You Come Back, Best In Me, dan Too Close juga menjadi lagu-lagu hits dan mendapat respon positif dari para pendengar.

Album pertama Blue yang berhasil meraih penghargaan Multi Platinum ini pun berhasil terjual sedikitnya sebanyak 800 ribu keping kopi. Sejak berdiri dan berjaya pada era 2000-an, Blue tidak pernah melakukan perombakan pada anggotanya. Blue tetap bersama dengan keempat personil aslinya, Costa, Duncan, Lee dan juga Simon.

Kesuksesan album pertama Blue dengan single hits All Rise ini pun menjadi titik puncak karir Blue di belantika musik. Pada tahun 2002, Blue kembali merilis album keduanya berjudul One Love. Album kedua dari Blue ini pun terbilang lebih sukses dibandingkan dengan album pertamanya. Total penjualan dari album One Love ini tercatat hingga 5 juta keping kopi, dengan sederet lagu andalannya berjudul U Make Me Wanna, Sorry Seems to Be the Hardest Word, dan tentunya lagu berjudul One Love.

Mempertahankan sebuah grup dengan banyak kepala dan beragam karakter memang tidak mudah. Hal ini juga terjadi pada Blue yang memang sejak awal tidak pernah berganti personil. Blue pun mulai diterpa isu tak sedap pada tahun 2005.

Gemilang kesuksesan yang dibangun bermasa itu pun mulai runtuh. Godaan untuk bersolo karir dari tiap personil pun mengharuskan Blue vakum dari industri musik. Tiap anggota Blue pun fokus dengan karirnya masing-masing, dengan terlebih dahulu keempat anggota Blue merilis album terakhirnya sebelum resmi dan dinyatakan vakum.

Best of Blue pun menjadi album terakhir Blue sebelum resmi vakum dari industri musik. Album tersebut berisikan kumpulan lagu-lagu yang sudah diciptakan oleh Blue, namun belum sempat dirilis dan dipublikasikan kepada para penggemar.

Pasca vakum dan fokus dengan karir solonya, para anggota Blue diterpa dengan masalah finansial. Diawali dengan Antony Costa yang dinyatakan bangkrut pada tahun 2013. Costa sempat merilis album solonya di Jepang dan bermain pada beberapa film, serta menjadi model untuk sebuah majalah sebelum dirinya dinyatakan bangkrut pada September 2013.

Sama halnya dengan Antony Costa, Duncan James pun dinyatakan bangkrut pada tahun yang sama, 2013. Duncan juga sempat merilis album solonya yang saat itu juga berhasil meraih posisi kedua tangga lagu The Box. Wajah tampannya juga sempat terekam dalam beberapa acara televisi, seperti Spy dan Celebrity Juice.

Simon Webbe yang lebih dikenal sebagai seorang aktor pasca vakum dari boyband yang membesarkan namanya ini pun bangkrut pada tahun 2013. Selama berkarir sebagai penyanyi dan aktor, Simon kerap kali mendatangi Indonesia untuk melakukan promosi album solonya.

Anggota terakhir yang dinyatakan bangkrut adalah Lee Ryan. Dirinya dinyatakan bangkurt setelah dinyatakan tak mampu untuk membayar hutang-hutangnya pada tahun 2015. Pengadilan London pun menyatakan bahwa Lee Ryan bangkrut dan semua aset yang dimilikinya telah dibekukan.

Meskipun dilanda masalah finansial, Blue tetap melanjutkan karirnya sebagai musisi asal Inggris. Mereka pun dikabarkan come back pada tahun 2009, yang ternyata baru bisa terwujud pada tahun 2011. Come back Blue ini ditandai dengan tampilnya keempat pria bertalenta ini pada sebuah ajang menyanyi antar Eropa, Eurovision.

Pada tahun 2013, Blue pun dikabarkan merilis album come back mereka yang berjudul Roulette, yang disusul dengan rilisnya album kelima pada tahun 2015 yang berjudul Colours. Kabar kembalinya Blue ini pun juga didukung dan ditandai dengan turut berpartisiapasinya Blue dalam perayaan musik tahunan, The 90’s Festival.

Baca juga: The 90’s Festival Siap Bangkitkan Memori Generasi 90-an

Blue akan menjadi salah satu pengisi acara The 90’s Festival yang akan dilaksanakan pada 10 November 2018 mendatang. Harga tiket yang dibandrol pada acara musik generasi 90-an ini dibandrol dari harga Rp550.000 hingga Rp1.400.000. Acara The 90’s Festival akan dilaksanakan di Gambir Expo Kemayoran, yang juga akan menghadirkan sederet bintang tamu lokal seperti, Sheila On 7, Padi Reborn, Java Jive, hingga kehadiran The Moffatts.

Kedatangan Blue ke Indonesia ini bukan kali pertama mereka untuk melangsungkan sebuah konser. Pada tahun 2012 lalu, Blue juga sempat mampir ke Indonesia dan menghibur para penggemar. Saat itu Blue tampil dalam konser bertajuk ‘The Greatest Hits’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here