Gang Kelinci tepat berada di samping Pasar Baru, Jakarta. Apabila ditelisik dari sejarahnya, Pasar Baru merupakan pusat perdagangan yang sudah dibangun Belanda sejak tahun 1820. Disebut Gang Kelinci karena memang bentuk gang ini kecil dan sempit, juga padat penduduknya. Saking padatnya, Gang Kelinci yang dipenuhi oleh banyaknya penduduk yang tinggal disini sampai-sampai sinar matahari pun susah masuk ke dalamnya.

Baca juga : Ada Peluh Ada Kenangan, Apa Kabar GOR Ragunan?

Tempat yang kecil, banyak penduduknya, sehingga membuat daerah Gang Kelinci tergambar mirip seperti kandang kelinci yang kecil dan dipenuhi dengan kelinci yang padat. Tidak heran, Gang Kelinci berada di sekitaran pasar, karena biasanya banyak dibangun pemukiman dengan pesat dan salah satunya pemukiman Gang Kelinci.

Disekitar Gang Kelinci ada sebuah Kelenteng Sin Tek Bio, ini adalah saksi pertumbuhan daerah Pasar Baru khususnya Gang Kelinci. Dibangun pada tahun 1698, awalnya sebagai tempat peribadatan untuk buruh Cornelis Chastelein, tuan tanah Hindia Belanda yang punya banyak tanah sampai ke Depok.

Ketika kamu sedang berkunjung ke Gang Kelinci, ada tempat yang wajib dikunjungi dan tak boleh dilewatkan. Tempat itu adalah Kelenteng Sin Tek Bio, yang berada di sekitaran Gang Kelinci. Kelenteng ini masih mempertahankan bentuk dan ornamen lama dari abad ke-17.

Di sekeliling kelenteng adalah rumah penduduk yang berhimpitan. Ketika tim kabarsidia.com berjalan menyusuri Gang Kelinci, penduduk yang sedang duduk bersantai menampakkan sudut Jakarta yang bersahabat. Penduduk dengan latar belakang berbagai etnis ini duduk bersama. Tak jauh dari sana, ada Bakmi Gang Kelinci yang cita rasanya sudah tidak perlu diragukan lagi. Kamu juga perlu mencicipi Bakmi Gang Kelinci disana ya!

Baca juga : 5 Lokasi Karyawisata terfavorit di Jakarta Versi Kabarsidia.com

Nyatanya, sebutan Gang Kelinci sangat cocok disematkan untuk lokasi pemukiman tersebut. Padat, tetapi tidak terkesan kumuh, dan cerminan toleransi juga tampak terjaga disana. Sama halnya seperti Kelinci yang dianggap sebagai binatang penuh dengan konotasi positif dan lucu, sehingga lokasi ini bisa membuat orang senang mengunjungi karena jatuh hati meskipun kecil dan susah terpapar sinar matahari, Gang Kelinci selalu punya cerita tersendiri bagi para penduduknya maupun orang-orang yang hanya sekedar mengunjunginya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here