Tentu nama Kopitiam sudah tidak asing lagi bagi pecinta kopi, tak hanya pecinta kopi saja, pecinta kuliner pun pasti sudah mengenal nama Kopitiam. Tempat minum kopi yang juga menyediakan makanan untuk sarapan seperti roti bakar, telur rebus dan makanan lainnya yang biasa disantap untuk sarapan. Tetapi, setetes sejarah mengatakan kalau Kopitiam adalah kedai kopi dan sarapan tradisional di Malaysia dan Singapura.

Baca juga : Populer Sebagai Bakpao Sepeda, Inilah Salah Satu Kuliner Tertua

Sebelum abad ke-21, kedai jenis ini kebanyakan hanya dijumpai di Malaysia, Singapura, dan wilayah kepulauan sebelah timur Sumatera. Jika dilihat dari namanya, Kopitiam merupakan penggabungan dari kata Kopi yang berasal dari bahasa Melayu atau Indonesia dan kata Tiam yang berasal dari dua dialek di China, Hokien ataupun Hakka. Tiam dalam bahasa China itu berarti kedai. Dengan demikian, dapat diartikan kalau Kopitiam berkembang di wilayah yang lebih aktif menggunakan bahasa Melayu maupun bahasa Indonesia.

Menapak tilas sejarah Kopitiam di Malaysia dan Singapura hingga masa penjajahan Inggris. Pada masa itu, bisnis Kopitiam kebanyakan dijalankan oleh orang-orang Tionghoa yang berasal dari Fuzhou dan Hainam. Pemilik kopitiam biasanya menyewakan sebagian tempat dari kedai yang dikelola kepada penjual makanan (seperti mi dan makanan-makanan lainnya). Kopitiam jenis ini hingga kini masih dapat ditemui di kota-kota di Malaysia. Sebagian merupakan warisan dari masa lalu, merujuk pada Kopitiam Yut Kee, yang telah berdiri sejak 1928 di Kuala Lumpur dan Kopitiam Hai Peng yang sudah mulai beroperasi sejak 1940 di sebuah kota kecil bernama Kemamam.

Tak jauh berbeda cerita dengan napak tilas Kopitiam di Singapura. Kopitiam berkembang pada masa penjajahan, khususnya pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Mulanya, Kopitiam muncul di Singapura karena atas dasar kebutuhan pekerjaan para migran dan imigran yang kala itu sangat membutuhkan makanan dan minuman yang sesuai dengan daya beli mereka. Lalu, muncul lah kedai kopi ala Hainam dan berkembang sejak tahun 1920-an dan mencapai puncaknya pada 1950-an.Baca juga : Lontong Cap Gomeh, Perpaduan Cita Rasa Kuliner Jawa Tionghoa

Bisa dikatakan, merekalah yang memiliki peran besar dalam mempopulerkan Kopitiam di Indonesia. Banyak kisah yang mengatakan, bahwa Kopitiam pertama kali masuk ke Indonesia dari wilayah Singkawang yang merupakan tetangga dari kota Pontianak. Kopitiam di Singkawang sudah ada sejak awal abad ke-20 silam, dan bahkan di sana ada salah satu Kopitiam tertua yang masih berjualan sejak tahun 1930-an hingga sekarang.

Kopitiam yang bernama Warung Kopi Nikmat itu telah dikelola oleh empat generasi, dan masih beroperasi di tempat yang sama yakni di Jalan Diponegoro. Dari Singkawang inilah, Kopitiam perlahan mulai tersebar ke berbagai penjuru nusantara, dan bahkan kini dapat ditemui pusat-pusat perbelanjaan bergengsi di kota-kota besar di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here