Macet lagi macet lagi..gara-gara si komo lewat..masih ingat sepenggal lirik lagu yang populer di tahun 1990’an ini? Lagu ini kerap kali menemani anak-anak Indonesia saat menyaksikan serial televisi boneka Si Komo. Serial televisi Si Komo ini menanamkan pesan moral dan pendidikan kepada anak-anak Indonesia.

Salah satu serial televisi anak yakni Si Komo sempat populer pada tahun 1991. Serial ini pertama kali ditayangkan disalah satu stasiun televisi Indonesia, yakni Stasiun Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Tayangan ini merupakan salah satu acara favourite anak-anak Indonesia, yang dikemas secara apik dan unik.

Kak Seto Mulyadi, dialah sosok dibalik terciptanya ikon Si Komo yang ternyata adalah seekor hewan asal Indonesia, Komodo. Pada tayangan serial televisi Si Komo, terlibat beberapa tokoh lainnya yang memeriahkan dan meramaikan program acara anak-anak ini, diantaranya Dompu (domba putih), Belu (bebek lucu), Ulil (si ulat kecil), dan Piko (sapi kocak).

Dalam caritanya, secara garis besar serial televisi  Si Komo ini menceritakan tentang keseharian dari anak-anak, mulai dari belajar, bermain, dan dunia petualangan. Sebagai serial televisi anak-anak, Kak Seto juga acap kali menambah unsur pendidikan yang dikemas sesuai usia anak-anak. Pada pembuatan serial televisi anak ini, faktanya menelan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan serial kartun anak yang di import dari luar negeri.

Sebagai salah satu serial televisi anak, faktanya Si Komo ini ternyata dikerjakan dengan waktu yang cukup singkat loh. Saat itu masa awal-awal berdirinya stasiun televisi TPI baru mengudara, Kak Seto yang sudah lebih dulu mengisi sebuah program dongeng anak di TVRI diberi tawaran langsung oleh para petinggi TPI.

Saat itu Kak Seto diminta mengisi program anak untuk TPI, dengan waktu 4-5 hari perisapan saja. Saat itulah Kak Seto memberikan ide untuk membuat sebuah dongeng anak dengan menggunakan boneka, dengan tokoh utamanya Si Komo.

Pihak TPI pun menyetujui ide yang diberikan oleh Kak Seto dengan cerita dongen si Komo. Selain pengerjaannya dengan waktu singkat, fakta lain tentang Si Komo ini pun terbilang unik. Pasalnya karakter dari boneka Si Komo yang selama ini digambarkan dari hewan komodo ini, ternyata bukanlah seekor komodo loh.

Karakter Si Komo ini faktanya digambarkan sebagai sesosok naga, yang terinspirasi dari boneka milik Kak Seto yang dibelinya dari Disneyland, Amerika Serikat. Maka dengan inspirasi tersebut telinga boneka naga miliknya pun di jahit agar terlihat lebih pendek.

Tak hanya itu saja, bagian sisik dari boneka naga ini pun dihilangkan, dan diberikan celah lubang pada bagian punggung untuk memasukan tangan dan menggerakan boneka. Sejak perombakan tersebutlah ikon Si Komo ini lebih mirip dengan komodo, dan diberi nama Si Komo.

Selain dikenal dengan boneka komodo dengan lagu yang legendaris, Si Komo juga kerap kali melontarkan kalimat ‘weleh weleh’, yang merupakan inspirasi dari Kak Seto saat menyaksikan pertunjukan Ketoprak di Ponorogo. Nah gimana nih sobat generasi 90’an, jadi nostalgia sama Si Komo dan rindu akan tontonan anak-anak ga? Beberapa waktu yang lalu saat penyelenggaraan event PopCon Asia atau Popular Culture Convention Asia, Si Komo kembali dihadirkan diatas panggung loh.

Kabar terbaru dari Si Komo hasil karya Kak Seto ini juga akan kembali meramaikan pertelevisian Indonesia loh, namun waktu dan tepanya kapan masih belum bisa dipastikan. Makin tak sabra untuk menyambut kehadiran Si Komo ya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here