Pecinta buku novel Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan novelis Mira Widjaja atau yang lebih dikenal dengan nama Mira W yang sudah mulai mencintai dunia tulis menulis sejak Ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Lahir dengan latar belakang keluarga Wong bersaudara yang pernah memproduksi beberapa film di awal sejarah perfilman Indonesia, membuat Mira W jatuh cinta untuk selalu ‘mengawinkan’ kata-kata sehingga lahirlah sebuah karya tulis dalam bentuk novel.

Mira W mulai menulis novel sekitar tahun 1975 dengan tulisan pertamanya yang diterbitkan di majalah Femina dengan judul ‘Benteng Kasih’, sejak saat itu cerpen-cerpen karyanya bertebaran di majalah-majalah. Dan siapa sangka, akhirnya beberapa cerita yang Ia tulis sangat diminati beberapa produser untuk diangkat ke layar lebar dan layar kaca. Dari 78 novel yang sudah Ia tulis, 23 di antaranya sudah diangkat ke layar lebar.

Bagi kamu pecinta novel hits tahun 70-an sampai 90-an, berikut tim kabarsidia.com rangkum 5 novel lawas Mira W yang laku di pasaran selama 44 tahun Ia berkarya dalam dunia menulis novel di Indonesia;

  1. Di Bahumu Kubagi Dukaku (1990).

Sebagai bagian dari Trilogi Dr. Ananta (salah satu tokoh di novel tersebut), novel ini merupakan jembatan yang sempurna untuk kisah cinta yang rumit dan penuh intrik. Novel kedua ini bercerita tentang Danila yang baru saja keluar dari penjara tak kunjung mendapatkan ketenangan dalam hidupnya, bahkan beberapa kali mencoba bunuh diri. Masih ada beragam masalah lain yang turut memperumit keadaan dalam judul ini.

  1. Sampai Maut Memisahkan Kita (1992).

Bukan seorang Mira W namanya kalau tidak menciptakan novel yang sangat menguras emosi. Apalagi Mira W sangat pandai memainkan gelombang cerita lewat karakter tokohnya yang liar. Lapisan kisah perselingkuhan membuat novel ini kian membius pembacanya.

  1. Segurat Bianglala di Pantai Senggigi (1993).

Petualangan Asri dan sahabatnya menjelajahi pulau Lombok untuk mencari ayahnya. Tak disangka, perjalanan itu justru membuatnya menemukan arti persahabatan, keluarga, dan juga cinta.

  1. Bukan Cinta Sesaat (1995).

Perjuangan dua insan dalam menghadapi berbagai rintangan yang menghalangi kisah cinta mereka. Sejak awal hubungan mereka harus mengalami banyak kendala karena perbedaan kultur. Mira W seperti biasa selalu berhasil mengolah sumber masalah klasik menjadi kisah cinta yang rumit dan menarik.

  1. Deviasi (1996).

Dalam novel ini, Mira W menghadirkan tokoh bernama Arneta seorang perempuan yang menderita karena bersuamikan pria yang memiliki kepribadian ganda. Ia berusaha melepaskan diri dari penderitaan itu dan menemukan kembali cinta yang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here