Taman pusat kesenian di Jakarta memiliki nama lengkap Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, lebih akrab disapa dengan panggilan Taman Ismail Marzuki. Menelisik kembali ke belakang, sebelum menjadi taman pusat kesenian di Jakarta, Taman Ismail Marzuki atau yang biasa disingkat dengan sebutan TIM dulunya adalah Kebun Binatang. Berkat peran dari Gubernur Jakarta Ali Sadikin yang memiliki kecintaan dan apresiasi tinggi terhadap kesenian, kebun binatang tersebut ‘berubah wajah’ menjadi sebuah Taman Pusat Kesenian bagi para seniman-seniman dan masyarakat yang ingin menikmati sebuah karya seni.

Taman Ismail Marzuki diresmikan pada tanggal 10 November 1968. Nama Taman Ismail Marzuki diambil dari nama seorang komposer musik legendaris asal Jakarta yang bernama Ismail Marzuki. Sejak diresmikan pada tahun 1968 sebagai Taman Pusat Kesenian yang bertempat di jalan Cikini Raya nomor 73 Jakarta Pusat, TIM menjadi sebuah wadah untuk para seniman dan semua masyarakat yang ‘haus’ akan kesenian. Sudah menjadi agenda rutin di dalam kawasan Taman Ismail Marzuki untuk mengadakan sebuah pertunjukan seni. TIM menjadi tempat penyelenggaraan berbagai acara kesenian, antara lain Pementasan Musik, Film, Wayang, Pagelaran Tari, Teater serta Pameran Lukisan.

Selain menjadi tempat pusat pertunjukan acara kesenian, Taman Ismail Marzuki juga menjadi tempat belajar berkesenian dan menuntut ilmu dalam bidang kesenian, karena di dalam kawasan Taman Ismail Marzuki terdapat sebuah institusi yang bernama Institut Kesenian Jakarta sebagai salah satu perguruan tinggi yang secara khusus berkiprah dalam bidang seni, antara lain Seni Rupa, Seni Pertunjukan dan Seni Perfilman. Dari sinilah banyak lahir seniman berkualitas seperti Rendra, Sardono W. Kusumo, Farida Oetojo, Arifin C. Noer, Suyatnya Anrun, Affadi, Didi Petet, dan masih banyak lagi seniman Indonesia yang pernah merintis karir berkeseniannya disini.

Tetapi, satu hal yang menarik dari Taman Ismail Marzuki (TIM) yang menjadi pusat kesenian di Jakarta. Ketika menarik kembali kenangan ke masa lampau, TIM adalah sebuah kebun binatang. Dulu tempat ini dikenal sebagai ruang rekreasi umum ‘Taman Raden Saleh’ (TRS) yang merupakan Kebun Binatang Jakarta sebelum dipindahkan ke Ragunan. Pengunjung TRS selain dapat menikmati kesejukan paru-paru kota dan melihat sejumlah hewan, juga bisa nonton balap anjing di lintasan ‘Balap Anjing’ yang kini berubah menjadi kantor dan ruang kuliah mahasiswa Fakultas Perfilman dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan ada juga lapangan bermain sepatu roda berlantai semen.

 

Seperti itulah wajah kebun binatang pada puluhan tahun yang lalu sebelum bermetamorfosa menjadi pusat kesenian Taman Ismail Marzuki. Sekarang ketika Anda berkunjung ke Taman Ismail Marzuki Anda dapat menikmati fasilitas lainnya seperti Gedung Bioskop, Garden Hall, Podium, dan Planetarium yang melengkapi suasana hiburan bagi para pengunjung yang datang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here