Bagi muda-mudi zaman now, mungkin nama Taman Situ Lembang tak dilirik sebagai pusat kongkow. Bahkan karena lokasinya ‘menyempil’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, bagi beberapa orang merasa ‘wegah’ mendatangi situ bersejarah tersebut. Ditambah area parkir yang terbatas (harus pararel) di lingkar situ membuat Taman Situ Lembang mulai ditinggalkan orang.

Meski popularitasnya tergerus zaman, situ peninggalan zaman Belanda ini punya ‘pasar’ pengunjung tersendiri. Selain warga kawasan Menteng dan sekitarnya, mereka yang pernah merasakan indahnya era 70/80-an punya kesan mendalam pada Taman Situ Lembang. Di dekade 70/80-an, saat Jakarta masih nyaman nan asri, situ ini menjadi salah satu destinasi andalan para orang tua kita. Tinggal melipir dari Vespa, duduk santai dibawah pohon rindang sembari memandang air mancur, sudah menjadi kenikmatan tersendiri di zaman itu.

Ibarat tak kenal maka tak sayang, pengambilan nama Situ Lembang sendiri diambil dari nama jalan yang terletak disekitar wilayah tersebut, yakni Jalan Lembang. Taman Situ Lembang didirikan pada tahun 1926 yang dirancang oleh Pieter Adriaan Jacobus Moojen, seorang insinyur yang juga merancang Taman Suropati. Selain itu, Moojen juga merupakan insinyur pertama yang merancang kawasan Niew Gondangdia yang sekarang dikenal sebagai kawasan Menteng.

Pada tahun 1984, Dinas Pertamanan pun melakukan renovasi Taman Situ Lembang, dengan menambahkan empat buah air mancur yang diletakan di tengah kolam dan juga menambahkan bunga teratai untuk keindahan kolam tersebut. Tak luput juga disediakannya kolam pemancingan. Taman yang terletak di tengah-tengah pemukiman penduduk khususnya di kawasan Menteng ini, menjadikan Taman Situ Lembang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Keindahan Taman Situ Lembang pun menjadi salah satu taman yang banyak diabadikan oleh para pelaku seni, salah satunya adalah proses syuting film Warkop DKI. Taman Situ Lembang juga sebagai saksi dari karya Saiful Bahri, yang menciptakan sebuah lagu berjudul Kisah Malam di Jalan Lembang.

Selain dapat menikmati suasana asri nan sejuk di Taman Situ Lembang, para pengunjung pun juga bisa menyantap berbagai ragam kuliner yang tersaji disepanjang pinggiran Taman Situ Lembang. Mulai dari  nasi goreng, ketoprak, roti bakar, gado-gado, rujak, aneka minuman yang dijajakan para penjual disekeliling Taman Situ Lembang. Kuliner yang harus dicoba saat berada di Taman Situ Lembang ialah nasi goreng gila. Sebenarnya nasi goreng gila ini sama saja dengan nasi goreng kebanyakan, yang membedakan hanya campuran bahan seperti sosis, telur, sayuran dan bakso yang di tumis secara terpisah dari nasi, yang kemudian setelah matang baru disajikan diatas nasi goreng hangat tersebut.

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan infrastruktur, Taman Situ Lembang pun mengalami kemajuan dan perbaikan secara drastis. Saat ini jika Anda berkunjung ke Taman Situ Lembang, mungkin akan sedikit terkejut karena sudah tidak adanya pedagang-pedagang makanan dipinggiran Taman Situ Lembang. Hal tersebut berguna untuk menjadikan Taman Situ Lembang yang asri dan bersih, serta dapat memberikan kenyamanan wisatawan baik lokal maupun wisatawan asing.

Perkembangan zaman yang juga dirasakan dan dapat dilihat di Taman Situ Lembang ini terbukti dari banyaknya arena permainan anak yang dapat dinikmati oleh pengunjung khususnya anak-anak, hingga arena wifi yang disediakan oleh pemerintah. Disediakannya lahan parkir yang cukup luas sehingga para pengunjung tidak perlu khawatir atau cemas dengan kendaraan yang dibawa. Bagi Anda yang ingin mengunjungi Taman Situ Lembang, namun enggan untuk membawa kendaraan pribadi tenang saja, Anda bisa menaiki kendaraan umum seperti bus atau kendaraan umum lainnya, kemudian berhenti di terminal bus kota Jakarta Pusat, setelahnya Anda bisa menaiki ojek untuk tiba di Taman Situ Lembang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here