Tawuran antar pelajar yang berasal dari kedua sekolah berbeda bukan menjadi hal tabu di Indonesia. Perkelahian ini sudah menjadi tradisi turun temurun dari generasi ke generasi. Tak hanya pelajar SMA saja, pelajar yang masih menggunakan seragam putih-biru pun juga turut terlibat tawuran yang kerap kali terjadi.

Baca juga: Tas “Koper” President, Idola Anak Sekolah Generasi 80-an

Kejadian demi kejadian yang disebabkan oleh hal sepele ini pun tak ayal kerap kali menimbulkan korban jiwa. Dendam, hal inilah yang mendasari timbulnya tawuran dikalangan para pelajar yang seharusnya tidak pernah terjadi. Jika sudah timbul korban jiwa, siapakah orang yang pantas untuk disalahkan?  Pihak sekolah? Senior? Atau pihak aparat keamanan?

Tradisi tawuran yang kerap kali menjadi ajang adu kuat ini pun terus ditularkan kepada adik-adik kelas untuk melanjutkan dendam yang di rasa belum tuntas. Bahkan tak jarang beberapa sekolah yang dikepalai oleh para seniornya melakukan ospek dan memberikan doktrin dendam tersebut kepada para juniornya.

Dahulu, tawuran hanyalah berupa adu jotos tanpa menggunakan benda-benda atau senjata tajam yang dapat melukai bahkan menghilangkan nyawa seseorang. Tapi kini seperti yang sudah banyak dilihat dan bukan menjadi rahasia umum lagi, jika tawuran antar pelajar ini dilengkapi dengan senjata tajam.

Bukan bambu, bukan pula batu, para pelajar ini dengan entengnya berani untuk membawa senjata tajam berupa pisau,belati, parang, hingga samurai. Hasrat untuk balas dendam dengan dilengkapi senjata tajam ini pula yang membuat para pelajar tak kenal takut untuk menjadi pembunuh.

Senjata tajam yang digunakan para pelajar untuk menghabisi musuhnya kerap kali disimpan dan disiapkan di dekat lokasi tawuran. Hal ini pula yang menjadikan ajang tawuran ini sudah dipersiapkan dengan matang.

Sekolah legenda yang kerap kali terlibat tawuran antar pelajar adalah SMAN 6 dengan SMAN 70 Jakarta. Kedua sekolah ini bahkan menjadi sekolah iconic dari tawuran antar pelajar, terlebih lokasi dari kedua sekolah ini berdekatan. Berawal dari salah satu sekolah melakukan serangan, yang kemudian dibalas dengan sekolah lainnya yang terus menerus menjadi dendam dan musuh bebuyutan.

Baca juga: Duh! Kamu Pasti Pernah Merasakan Hal ini Saat Naksir Kakak Kelas

Media luar pun bahkan tertarik dan meliput langsung tradisi tawuran antar pelajar di Indonesia. Al Jazera media pun dengan khusus meliput tawuran antar pelajar di Indonesia. Ajang tawuran tersebut yang berhasil diabadikan oleh Al Jazera media ini pun bahkan menyebutkan sebagian pelajar melakukan tawuran hanya untuk bersenang-senang.

Generasi masa depan bangsa, berhentilah untuk melakukan kegiatan yang dapat merugikan diri Anda sendiri. Cintailah tubuh Anda, dan berhenti untuk menjadi seorang penjahat serta pembunuh. Tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan diri Anda, kecuali diri Anda sendiri yang mencoba untuk lepas dari lingkaran dendam tersebut. Masa depan Anda terletak di tangan Anda sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here