Telaga Sarangan (Foto: Kabarsidia/Nurul)

Magetan, sebuah kabupaten yang terletak di Jawa Timur merupakan salah satu kota wisata yang kerap kali banyak dikunjungi para wisatawan. Di kota Magetan ini, terdapat salah satu tempat wisata legendaris yang terletak di kaki Gunung Lawu, yakni Telaga Sarangan.

Telaga Sarangan merupakan destinasi wisata legendaris yang terletak di kaki Gunung Lawu, Plaosan, Magetan, Jawa Timur. Di kawasan wisata ini terdapat sebuah telaga yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Pada bagian tengah telaga, terdapat sebuah pulau kecil yang tidak bisa dikunjungi oleh para pengunjung.

Telaga Sarangan (Foto: Kabarsidia/Nurul)

Kawasan wisata Telaga Sarangan ini memiliki luas sekitar 30 hektar dengan kedalaman telaga berkisar mencapai 30 meter. Sebelum menggunakan nama Telaga Sarangan, kawasan wisata ini lebih dulu menggunakan nama Telaga Pasir. Nama tersebut digunakan berdasarkan sejarah dan silsilah dari terbentuknya sebuah telaga di kaki Gunung Lawu ini.

Singkat cerita pada zaman dahulu di kawasan kaki Gunung Lawu hidup sepasang suami isteri bernama Kyai Pasir dan Nyai Pasir. Suatu ketika keduanya menemukan sebutir telur di tengah hutan, yang kemudian telur tersebut mereka santap untuk dijadikan makanan.

Setelah memakan telur hasil temuannya di tengah hutan, tubuh keduanya pun mulai terasa gatal sehingga Kyai Pasir dan Nyai Pasir memutuskan untuk menggesekan tubuhnya dan berguling di tanah untuk meredakan rasa gatal tersebut.

Telaga Sarangan (Foto: Kabarsidia/Nurul)

Bukan kesembuhan yang di dapat, keduanya justru berubah menjadi seekor naga besar yang kemudian menjadikan tempat bergulingnya tersebut membentuk sebuah bendungan yang menyemburkan banyak air. Sejak saat itulah kawasan Telaga Sarangan mulai terbentuk, dan kehadiran Kyai Pasir dan Nyai Pasir dipercaya sebagai asal usul terbentuknya Telaga Sarangan.

Kini, kawasan wisata Telaga Sarangan semakin ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Telaga yang memiliki sebuah pulau kecil di tengah ini menjadi objek wisata favorite penduduk sekitar dan para wisatawan. Terlebih saat ini kawasan wisata Telaga Sarangan sudah menyediakan berbagai fasilitas wisata yang dapat dinikmati, seperti speed boat dan juga berkuda untuk berkeliling di kawasan wisata Telaga Sarangan.

Untuk memasuki kawasan wisata ini, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp19,000. Sementara untuk menikmati sensasi naik speed boat akan dikenakan biaya Rp60,000 untuk sekali putaran. Namun jika ingin memacu adrenalin dengan naik speed boat, Anda bisa menawar kepada para pengemudi speed boat dengan harga Rp150,000 untuk tiga kali putaran.

Telaga Sarangan (Foto: Kabarsidia/Nurul)

Tidak hanya menikmati speed boat saja, di kawasan Telaga Sarangan juga terdapat air terjun Tirtosari. Namun untuk mencapai air terjun Tirtosari dibutuhkan tenaga ekstra untuk menikmati keindahan dan kesejukan air yang mengalir.

Selain menikmati aneka ragam wisata, Anda juga bisa mencicipi sate kelinci khas kawasan wisata Telaga Sarangan. Untuk 10 tusuk sate kelinci dibandrol dengan harga Rp12,000. Selain itu, dibagian luar sebelum bertemu dengan telaga, terdapat pasar kecil yang menjual aneka ragam oleh-oleh. Mulai dari baju, tas, boneka, sayur mayur dan juga pernak-pernik dari rotan maupun kayu.

Untuk menjaga kelestarian dan budaya Jawa, kawasan wisata Telaga Sarangan juga memiliki tradisi, yakni sebuah acara Larung Tumpeng. Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun temurun, yang diadakan setiap bulan ruwah, tepatnya pada jumat pon pada penanggalan Jawa. Hal ini dilakukan lantaran masyarakat sekitar percaya bahwa ritual ini akan menghindari dari hal-hal yang tidak diiginkan, seperti kecelakaan disekitar kawasan Telaga Sarangan, maupun korban tenggelam di telaga.

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda mengunjungi kawasan wisata Telaga Sarangan adalah kesiapan kendaraan Anda untuk melewati medan yang menanjak dan cukup curam. Pastikan kendaraan Anda dalam keadaan prima sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan juga menjaga tutur kata dan perbuatan selama berada di kawasan wisata Telaga Sarangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here